Pada program Bojonegoro Digital Forum yang dilaksanakan di IKIP PGRI Bojonegoro, Rabu (25/10/2023) dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau nota kesepahaman kerjasama antara kampus dengan Blok Media Grup.
Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Pecinta Alam Mahasiswa (IPAMA) menggelar sosialisasi dan launching program Omah Sampai Digital (OSDI) di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (6/7/2023).
Sebanyak 4 tim IKIP PGRI Bojonegoro lolos proposal pendanaan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristekdikti) tahun 2023.
Pemikiran sebuah dunia di mana setiap klaim ilmiah bisa diuji, dibuktikan, dan dipahami dengan jelas oleh siapa saja, tanpa harus menjadi ahli. Di dunia itu matematika tidak lagi sekadar rangkaian angka dan simbol, melainkan bahasa universal yang mempersenjatai kita untuk membaca kenyataan, menyusun argumen, dan membagikan temuan dengan cara yang dapat diverifikasi. Matematika menjadi alat utama dalam sains karena ia mengubah data menjadi narasi yang bisa diperdebatkan, disahkan, dan dipakai untuk mengambil tindakan nyata. Inilah inti dari gagasan bahwa matematika adalah bahasa sains membentuk argumen bukti dan komunikasi data.
Di era data yang mengalir deras, sebuah kelas bisa berubah menjadi laboratorium ide tempat pertanyaan menggantikan hafalan. Di ruang itu guru tidak lagi sekadar menjadi pengingat rumus, melainkan fasilitator yang menuntun siswa merumuskan pertanyaan, merancang eksperimen sederhana, dan menilai hasilnya bersama. Satu jam pelajaran bisa terasa seperti sesi ilmiah yang hidup, bukan sekadar ritual menghafal yang membuat jiwa pembelajar kehilangan otonomi berpikir. Transformasi ini bukan sekadar perubahan teknik mengajar; ia menuntut kita menyusun ulang apa yang kita sebut pembelajaran bermakna.
Teknologi dalam penggunaan data meresap ke hampir setiap aspek kehidupan, matematika tidak lagi sekadar latihan menghafal rumus. Ia menjadi bahasa untuk memahami dunia, dan guru matematika berperan sebagai desainer pembelajaran yang mengubah kelas menjadi laboratorium hidup yang relevan bagi siswa dan komunitas. Kita tidak lagi menilai pelajaran dari kecepatan penyelesaian soal, melainkan dari kemampuan murid membaca konteks, merumuskan masalah, dan menghasilkan solusi yang bisa diuji serta diaplikasikan secara nyata.
Pada tahun 2022 ini, terdapat 3 tim dosen IKIP PGRI Bojonegoro yang berhasil meraih pendanaan kompetisi hibah riset dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui skema RISPRO yang di danai oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Di era di mana data hadir di ujung jarimu setiap hari, matematika tidak lagi sekadar rangkaian rumus di buku latihan, melainkan bahasa yang menghubungkan ide-ide di kelas dengan tantangan nyata di lapangan kerja. Kurikulum Matematika Nasional perlu membentuk lulusan yang tidak hanya mahir menghitung, tetapi juga mampu merumuskan masalah, memanfaatkan data secara bertanggung jawab, dan berkolaborasi untuk menghasilkan solusi yang bisa dipakai di dunia nyata. Pertanyaannya bukan lagi seberapa cepat siswa bisa menghafal cara menyelesaikan soal, melainkan sejauh mana mereka bisa membaca konteks, menimbang risiko, dan mengomunikasikan temuan dengan jelas kepada berbagai audiens.
Literasi dan numerasi merupakan salah aspek mendapatkan perhatian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
Di zaman di mana data ada di ujung jari setiap orang, matematika tidak lagi menjadi hiasan di lembar latihan, tetapi alat konkret untuk memahami masalah nyata yang dihadapi komunitas kita. Real World Math mengajak pelajar dan pembaca umum untuk melihat pelajaran matematika sebagai bahasa yang menjembatani antara ide di kelas dengan tantangan di jalanan: dari kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah hingga peluang baru di pasar kerja yang semakin rapat dengan analisis data. Ketika angka dipakai untuk menilai situasi, merancang solusi, dan mengukur dampak, pembelajaran matematika pun tumbuh menjadi sebuah proses yang relevan, transparan, dan berdampak.