Rustam, warga Dusun Palangan, Desa Besah Kecamatan Kasiman, harus menanggung kerugian belasan juta rupiah akibat peristiwa kebakaran yang menimpa rumahnya yang difungsikan sebagai kandang ternak pada Sabtu (5/10/2019) siang.
Kemajuan zaman di era digital menuntut PT Pos Indonesia turut melengkapi layanan e-commerce melalui sistem pembayaran di tempat atau yang dikenal dengan cash on delivery (COD).
Jambore yang dilaksanakan oleh MA dan MTs Al Rosyid diikuti sekitar 1.019 siswa. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Jumlah tersebut ditambah lebih dari 100 panitia.
Raimuna yang ke 20 ini dilakukan terjauh oleh Ponpes Al Rosyid, yakni hal baru di Bumi Perkemahan Desa Kasiman. Jambore dan Raimuna dilakukan dua tahun sekali, awalnya setahun sekali. Kali ini sangat meriah dan durasi waktu sejak 27 Juni sampai 30 Juni 2019.
Setelah puasa Ramadan, momen lebaran memang perlu dipersiapkan dengan matang. Adanya toko online yang mempermudah proses jual beli membuat toko online pun menjadi pengguna jasa pengiriman terbanyak pengiriman.
Momen Ramadan, jasa pengiriman barang memang menerima permintaan pengiriman yang cukup meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya, apalagi dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri dan segala persiapanya, maka dari itu, jasa pengiriman memang sangat diperlukan dan menjadi pelancar transaksi barang online.
Pengurus Komite Pemuda Lintas Agama (KP-Lima) Kabupaten Bojonegoro, periode 2019-2022 resmi dikukuhkan di Halaman Gedung DPRD Bojonegoro, Sabtu (1/6/2019). Kegiatan pengukuhan juga dirangkai dengan bagi takjil dan buka bersama lintas iman.
Sie Hak Gereja Katolik ST. Paulus bersama Komite Pemuda Lintas Iman (KP-Lima) dan Gusdurian Bojonegoro gelar buka bersama guna merajut kebersamaan dan toleransi ditengah masyarakat, Sabtu (1/6/2019) di depan Gedung DPRD Bojonegoro.
Jum'at (05/04/2019) malam komunitas perupa bojonegoro gelar pameran lukisan. Pameran itu bertempat di Resto Ayam Geprek Sako Jln. Sawonggaling. Acara dimulai pukul 19:00 WIB hingga selesai. Pameran tersebut berlangsung selama 3 hari dimulai 5 sampai tanggal 7 april. Dalam acara, tidak hanya menampilkan lukisan yang dipamerkan. Pameran ini dihadiri pencinta seni termasuk seni musik, pantomim, fotografer dll. Eko ketua komunitas perupa bojonegoro mengatakan, "dengan acara ini diharapkan bisa merangkul semua seniman di Bojonegoro dan membangkitkan kembali komunitas perupa bojonegoro yang sempat mati beberapa tahun sebelumnya". Wahyu ketua pokja kebudayaan Bojonegoro menambahkan "Tentunya kalo mereka membelikan hiasan-hiasan ini untuk tempat-tempat lain atau hotel belum menjangkau karya lokalnya. Harapannya digelarnya pameran ini menjadi ketertarikan mereka untuk mengoreksi, memasang dari karya asli Bojonegoro ini".