Kabupaten Bojonegoro kedatangan tamu dari Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Senin (10/4/2017). Dalam kunjungannya tersebut akan melakukan benchmarking (studi banding) di Kota Ledre. Rombongan diterima langsung Bupati Bojonegoro, Suyoto di sinergy room lantai 6 gedung Pemkab Bojonegoro.
Himbauan Presiden Joko Widodo untuk tidak mencampurkan agama dan politik yang disampaikan dalam pidatonya pada saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menuai kritik dari beberapa tokoh politik. Pernyataan presiden tersebut dikritik tidak punya pijakan sejarah. Namun kritik itu tak menyurutkan pikiran dan langkah politik, pada saat meresmikan Masjid Arifah Istiqomah Ponpes Khalifatullah Singo Ludiro, Sukoharjo Jawa Tengah, dalam pidatonya presiden kembali mengingatkan semua elemen bangsa untuk tidak mempolitisasi agama. Presiden Joko Widodo juga mengklarifikasi bahwa tidak ada pikiran politik atau kehendak untuk memisahkan agama dan politik atau negara, namun menegaskan bahwa hubungan antara keduanya harus dijalin dalam konteks yang tepat.
Guna memajukan wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro, khususnya yang berada di wilayah barat, Pemerintah Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) gencar terus mengenalkan kepada masyarakat, salah satunya wisata alam Geoheritage yang berada di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan.
Peristiwa longsor yang terjadi di Ponorogo beberapa waktu lalu, perlu menjadi pelajaran berharga semua daerah, termasuk di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro berpotensi longsor yang berdampak masyarakat setempat.
Pemerintah Desa (Pemdes)/Kecamatan Ngasem, melakukan kegiatan pra rembuk warga bekerja sama dengan Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan ( PK2), Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur tahun 2017, Senin (3/4/2017), berlokasi di kantor balai desa setempat.
Siapa sangka, makanan yang disajikan oleh tim PAC Fatayat NU Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro berhasil menyisihkan puluhan peserta lain saat festival makanan berbahan baku lokal kemarin. Tidak tanggung-tanggung, dewan juri sepakat menjadikan PAC Fatayat NU Kanor sebagai Juara 1.
Pasca aksi yang dilakukan warga Kendeng sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Patmi (48), salah satu peserta aksi meninggal dunia setelah melakukan aksi semen kaki. Sehingga sebagai bentuk aksi solidaritas, Korp PMII Putri (KOPRI) Cabang Bojonegoro mengadakan do'a bersama untuk Patmi.
Untuk mengobati kedua anaknya, Muhammad Naf'an sholihin yang mengidap kanker getah bening dan Anis yang menderita Tumor Osteosarcoma, keluarga Subandi (56) mengaku kesulitan biaya. Meski sangat membantu, dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dirasa kurang karena pengobatan dilakukan hingga keluar kota.