Skip to main content

Category : Tag: Jejak


Jejak Sang Penyebar Islam (4)

Berdirinya Masjid Darul Muttaqin di Padangan (Habis)

Di timur perempatan traffict light Padangan, ada masjid bernama Darul Muttaqin. Sekilas jika dilihat dari jalan raya memang tampak seperti masjid pada umumnya, tetapi yang berbeda adalah dengan adanya gapura masuk yang menarik. Tampak gapura dengan model bangunan tua ber tuliskan lambang bintang dan bulan, di bawahnya ada tahun 1931 dan di bawahnya ada tulisan SANGGAR PAMEODJA ENG ALAH. Masjid tersebut, merupakan bagian dari sejarah syiar Islam di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan.

Jejak Sang Penyebar Islam (3)

Mbah Ahmad yang Babat Tanah Rowobayan

Dukuh Rowobayan, merupakan bagian dari Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Wilayahnya, berada di bagian selatan desa. Jika dari timur, setelah melewati Langgar Menak Anggrung Pahlawan, sekitar 500 ke arah barat, kemudian masuk gang ke selatan. Sebelum sampai rel, ada jalan masuk ke timur. Di sana, ada makam dari salah satu keturunan Mbah Sabil, yakni Mbah Kiai Ahmad. Makamnya, berada di ruangan sebelah Masjid Darussalam. Semasa hidupnya, Mbah Kiai Ahmad yang membuka tanah di Rowobayan dan turut serta siar agama Islam.

Jejak Sang Penyebar Islam (2)

Santri Kinasih dan Masjid Mbah Sabil di Klotok

Semasa hidupnya, dua tokoh penyebar agama Islam di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Mbah Sabil dan Mbah Hasyim, mendirikan pesantren yang menjadi satu dengan komplek masjid Mbah Sabil. Tidak ada data pasti berapa jumlah dan dari mana saja santri yang mengaji di pesantren tersebut.

Jejak Sang Penyebar Islam (1)

Asal Mula Kuncen, dari Mbah Sabil dan Mbah Hasyim

Ketika melintas di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu dari timur, tepatnya di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, pasti akan melewati jalan bercabang. Dan di antara dua jalan itu, ada langgar atau musala yang terkenal dengan nama Langgar Menak Anggrung Pahlawan. Tepat di belakang langgar itu, ada dua pesarean atau makam dari Sang Penyebar Islam di wilayah Kecamatan Padangan, yakni Mbah Sabil dan Mbah Hasyim.

Ikuti, 'Jejak Sang Penyebar Islam'

Namun, bukan berarti di Bojonegoro tidak ada penyebar agama Islam. Sebab, di hampir semua kecamatan yang ada di Bumi Angling Dharma terdapat sang penyebar. Bahkan, terkadang antara wilayah satu dengan lainnya saling berkaitan. Sebut saja, cerita Menak Angrung yang menjadi pesarean dari Mbah Sabil dan Mbah Hasyim, dua tokoh yang masyur di sekitar Bojonegoro sebelah barat.