Meski jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro terus berubah-ubah dengan adanya pasien sembuh dan tambahan baru, namun jumlah konfirmasi positif di Kabupaten Bojonegoro terus menurun.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Kabupaten Bojonegoro mendapatkan jatah 1.036 vaksin covid-19 jenis Sinovac, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Data Satuan Tugas Penanganan Covid -19 (Satgas Covid -19) menunjukkan risiko penularan Covid -19 tanpa berperilaku 3M, bisa mencapai 100%. Dengan mencuci tangan risiko tertular turun 35%, ditambah memakai masker kain risikonya turun menjadi 45%, apabila memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70%, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85%. Efektivitas inilah yang mendasari protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak adalah upaya utama untuk dijalankan seluruh masyarakat. Setiap saat, pemerintah selalu menghimbau agar mentaati 3M karena masyarakat juga memiliki peranan penting dalam upaya menekan angka penularan Covid -19.
Perkembangan harian penanganan Covid-19 per 30 Januari 2021, terus meningkatkan kesembuhan kumulatif. Pasien sembuh bertambah lagi sebanyak 10.242 orang. Penambahan hari ini meningkatkan jumlah kumulatif pasien sembuh Covid-19 menjadi 862.502 orang atau persentasenya sebesar 80,9%.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, metode GeNose tidak dapat menggantikan swab test PCR yang memiliki fungsi diagnosis Covid-19.
Pemerintah telah melaksanakan program vaksinasi Covid-19 tahap II pada Rabu (27/1/2021). Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa dirinya termasuk Presiden Joko Widodo sebagai penerima vaksin perdana, sejauh ini tidak mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Pemerintah melalui PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) memberikan subsidi dan token gratis kepada beberapa pelanggan tertentu selama pandemi virus corona ini berlangsung. Subsidi dan token listrik gratis ini diberikan mulai tahun 2020 awal pandemi hingga saat ini.
Hasil evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap I belum memperlihatkan secara menyeluruh dari dampak yang diharapkan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan evaluasi dilakukan terhadap indikator-indikator PPKM seperti perkembangan kasus aktif, tren kematian, tren kesembuhan, tren bed occupancy ratio (BOR) dan tren kepatuhan protokol kesehatan.
Perkembangan harian penanganan Covid-19 per 29 Januari 2021, terus meningkatkan kesembuhan kumulatif. Pasien sembuh bertambah lagi sebanyak 10.138 orang per hari. Penambahan meningkatkan jumlah kumulatif pasien sembuh Covid-19 menjadi 852.260 orang atau persentasenya sebesar 81%.