Berita Foto
DLH Bojonegoro Tunggu Hasil Uji Lab Air Bengawan Solo
Sampai saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan kualitas air Bengawan Solo yang diduga sempat tercemar.
Sampai saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan kualitas air Bengawan Solo yang diduga sempat tercemar.
Dalam literatur kitab fikih, dijumpai beberapa keterangan yang menjelaskan mengenai hukum wudhu dengan air yang terkena limbah. Menurut Qadhi Abu Suja’ ada tujuh macam air yang termasuk dalam kategori air yang dapat digunakan untuk berwudhu, yakni air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, dan air salju, dan air dari hasil hujan es.
Berbagai kegiatan positif dan membangun dilakukan mahasiswa KKN UNUGIRI Kelompok 2 yang ada di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Masyarakat Bojonegoro terus didorong untuk meningkatkan keterampilan berbasis potensi lokal. Hal ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan pelatihan pembuatan jamur dari bonggol jagung.
Bau tembakau dari pabrik pengolahan tembakau PT Sata Tec Indonesia yang berada di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro kembali menyengat. Bau menyengat itu, dikeluhkan puluhan pelajar yang berada di kawasan tersebut.
Pertamina EP Sukowati akhirnya menemukan sumber ceceran solar yang diduga mencemari sawah warga di wilayah Pad B Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Pertamina EP Sukowati Field gerak cepat melakukan pengecekan dugaan limbah yang dilaporkan oleh salah satu warga di wilayah Pad B Sukowati di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, pihak PEP Sukowati juga memastikan bahwa limbah tersebut, bukan limbah dari operasi Pad B.
Di tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah membangun 700 sanitasi limbah. Sanitasi tersebut tersebar di sejumlah Kecamatan, dan nantinya proses pembangunan ditargetkan tuntas Desember mendatang.
Siapa sangka dari limbah kayu bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Melalui tangan kreatif, kayu-kayu sisa yang sudah tidak terpakai bisa disulap menjadi beragam aksesoris yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Sejak ditetapkannya batik sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, popularitas batik semakin meningkat. Meningkatnya popularitas berbanding lurus dengan banyaknya produsen batik yang bermunculan untuk memenuhi permintaan.