Usai mengikuti Ujian Nasional (UN), Hanis Sagara Putra kembali ke Jakarta. Pemain asal Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro itu bergabung lagi dengan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 yang menjalani pemusatan latihan.
Pasar kreativitas kayu jati masih tetap diramaikan beragam kerajinan. Kebutuhan konsumen yang cenderung pada kerajinan tertentu itu, tampaknya memang menyesuaikan apa yang sedang dibutuhkan konsumen. Saat ini, penjualan masih didominasi tempat air minum kemasan gelas.
Hingga saat ini permasalahan mahalnya bibit bawang merah menjelang masa tanam masih menjadi momok yang menakutkan bagi para petani bawang di Kecamatan Sekar.
Kenaikan tarif listrik secara bertahap bagi pelanggan 900 volt ampere (VA), yang ditetapakan pada awal bulan Januari, dan kenaikan kedua pada Maret-April 2017 ini terus dikeluhkan oleh masyarakat, termasuk warga yang ada di wilayah Bojonegoro selatan, tepatnya Kecamatan Bubulan.
Pemerintah hadir salah satunya menjadi solusi atas permasalahan sosial yang terkadang di pandang sebelah mata, termasuk keberadaan anak jalanan (Anjal) yang selama ini terkesan negatif. Sehingga pihak Dinas Sosial melatih anak-anak tersebut agar berdaya dan memiliki kreatifitas.
Walaupun sudah sering dilakukan razia di tepi Bengawan Solo oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, namun masih banyak penambang pasir mekanik nekad menambang. Penambangan dilakukan di Kecamatan Malo dengan penempatan hasil tambang di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk.
Kaji Ari begitulah teman-teman sejawatnya memanggil pemuda 25 tahun asal Desa Pungpungan, Kecamatam Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro yang bernama asli Ari Nirwana. Kaji Ari Sapaan akrabnya, saat ini bisa menikmati pundi-pundi rupiah dari hasil keahliannya melukis wajah seseorang dengan bentuk sketsa.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu: