Belajar Menanam Butternut Squash dari Petani Kedungadem
1 Tanaman Butternut squash atau Labu Madu sekarang mulai banyak dibudidayakan petani di Bojonegoro. Buahnya unik berbentuk seperti lampu bohlam dengan rasa manis dan bertekstur lembut.
1 Tanaman Butternut squash atau Labu Madu sekarang mulai banyak dibudidayakan petani di Bojonegoro. Buahnya unik berbentuk seperti lampu bohlam dengan rasa manis dan bertekstur lembut.
Sebagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Petani, diselenggarakan Sekolah Lapang Pertanian dengan target Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur II Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (29/04/2019).
Pengaruh perkembangan smartphone yang memiliki fitur kualitas kamera dalam mengabadikan momen tertentu saat ini ternyata juga merubah kebiasaan masyarakat, terutama generasi millenial dalam menghabiskan waktu dengan traveling. Hal tersebut didorong platform aplikasi media sosial di mana setiap momen dapat dibagikan kepada sesama pengguna media sosial.
Mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian di Bojonegoro, Hara bersama Kader pertanian terus mengembangkan pengelolaan pertanian. salah satunya menggandengkan sAlah satu pesantren untuk turut pengembangan peningkatan di sektor pertanian serta membangun kewirausahaan pertanian yang nantinya sebagai wujud peningkatan ekonomi syariah.
Kasus Pemukulan yang dilakukan oleh salah satu Wali Murid terhadap siswa di salah satu SMP swasta di Bojonegoro, hingga kini belum dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro.
Meski kasus perkelahian di kelas antara guru dan murid sudah selesai secara intern, entah mengapa tiba-tiba vidio peristiwa miris tersebut tersebar dan membuat dunia pendidikan di Indonesia hebot, terutama di Bojonegoro.
Dunia Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro kembali dibuat heboh dengan adanya kasus penganiayaan siswa SMP swasta di Kota Bojonegoro yang dilakukan oleh salah satu wali murid sekolah tersebut. Bahkan atas kejadian itu, TM siswa yang dianiaya itu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Bojonegoro.
Belajar di era digital tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi siswa milenial. Satu sisi teks book pembelajaran harus dikuasai, sisi yang lain digitalisasi seakan-akan menjadi “nafas†kedua setelah ruh kehidupan. Gambaran nyata bisa dilihat, aktivitas bangun tidur yang lebih utama dicari adalah perangkat digital (gawai) guna mengetahui berbagai informasi atau sekedar lelucon belaka. Bukan buku yang dibuka, melainkan budaya membuka pesan yang sudah lama menjadi keluhan banyak orang (termasuk orang tua).
Hasil penelitian American Psychological Association, menyebutkan bahwa persentase anak muda di Amerika yang mengalami beberapa jenis gangguan kesehatan mental telah meningkat secara signifikan selama dekade terakhir.
Mulai pagi hingga siang, aktifitas yang sama seperti guru lain dilakukan oleh Ahsanul Amilin, menjadi seorang pendidik yang mendedikasikan separuh waktunya untuk mencerdaskan anak bangsa. Baginya, hal itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri baginya.