Proses pencarian korban yang diduga bunuh diri loncat dari jembatan glendeng memasuki hari ketiga. Senin (4/2/2019), tim gabungan dari Basarnas Surabaya, Koramil setempat, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan potensi SAR berjibaku terus mencari korban.
Hingga kini pencarian korban yang diduga bunuh diri terjun ke bengawan solo terus dilakukan Bahkan Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Jawa Timur (Jatim) kantor Surabaya ikut mencari korban Diperkirakan, posisi korban tidak akan jauh dari lokasi jatuh, yaitu seputaran jembatan Glendeng Hal itu dikatakan Komandan Tim (Dantim) Kantor SAR Surabaya, Gian Ery Pramulya saat di lokasi Menurutnya, prediksi itu karena melihat arus dan terlihat ada bangkai yang berputar-putar saja Operasi akan dilakukan selama 7 hari dengan semaksimal mungkin Kendala saat ini adalah sampah, ditakutkan korban tersangkut ranting bambu
Proses pencarian tim BPBD Kabupaten Tuban terkait aksi nekat seorang warga yang loncat dari Jembatan Glendeng, Jumat (1/2/2019) malam kemarin, hingga siang ini belum juga menemukan titik terang.
Sementara proses pencarian korban yang diduga terjun dari jembatan oleh tim BPBD Tuban sudah bergulir dua tahap dari pagi tadi, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Soko juga mengimbau kepada masyarakat umum agar ikut melancarkan jalannya proses pencarian.
Proses penyisiran yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tuban, bersama Tagana dan SAR dari warga, menyedot perhatian masyarakat umum untuk melihat langsung ke lokasi.
Proses penyisiran yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tuban, bersama Tagana dan SAR dari warga, menyedot perhatian masyarakat umum untuk melihat langsung ke lokasi. Mirisnya lagi, aktivitas yang harusnya tak menjadi tontonan publik itu malah digunakan banyak kalangan untuk sekadar eksis dan update informasi terkini. Bahkan, di lokasi bantaran dekat Jembatan Glendeng, nampak sejumlah anak sekolah terlibat di dalamnya.
Pencarian warga tenggelam di Bendung Gerak, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro terus dilanjutkan hingga Kamis (22/11/2018) pukul 21.00 WIB.
Pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo sampai tadi malam belum membuahkan hasil. Korban Muhammad Yusuf (14), warga Desa Pengkok Kecamatan Padangan tenggelam saat menolong temannya yang tenggelam.