Di Desa Karangdayu, Ada Sentra Pengasapan Ikan
Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno merupakan sentra pengasapan ikan di wilayah Bojonegoro timur. Maka tak heran jika sudah memasuki wilayah ini, banyak asap yang mengepul dari atas genteng rumah warga.
Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno merupakan sentra pengasapan ikan di wilayah Bojonegoro timur. Maka tak heran jika sudah memasuki wilayah ini, banyak asap yang mengepul dari atas genteng rumah warga.
Fogging tidak dilakukan berdasarkan usulan atau pengajuan dari masyarakat saja. Namun, berdasarkan indikasi dari hasil penyelidikan epidemiologi (ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait di tingkat populasi) oleh tenaga kesehatan masing-masing.
Ada seratusan kepala keluarga (KK) yang mengeluti usaha pengasapan pengsapan ikan. Hampir setiap hari melakukan produksi, bahkan dalam satu tahun hanya mengambil libur 3 hari, yaitu saat hari raya idul fitri dua hari dan hari raya idul adha satu hari. Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) terus mendukung usaha yang digeluti masyarakat, karena mampu meningkatkan perekonomian.
Bau khas asap dari cara tradisonal yang membuat masyarakat di Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno, Bojonegoro tidak mau pindah ke pengasapan modern. Bara yang digunakan untuk mengasap itu terbuat dari batok atau tempurung kelapa, dan terkadang juga mengunakan janggel jagung. Padahal sering kali, masyarakat disana kesulitan mendapat bahan untuk membakar tersebut.
Banyak yang tidak tahu bahwa di Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, menjadi sentra pengasapan ikan. Saat masuk ke desa ini bau semerbak ikan yang diasapi sudah tercium dan menyergak di dalam hidung. Tampak ribuan ikan dijajar di wadah dan ditaruh di dalam rumah. Hampir semua rumah memiliki usaha pengasapan ikan. Pekerjaaan mengolah berbagai macam ikan segar menjadi ikan asap sudah dilakukan masyarakat setempat secara turun-temurun.