Pupuk Bersubdisi Asal Blora Diedarkan di Bojonegoro
Kebutuhan pupuk yang meningkat memasuki masa tanam membuat oknum di Kecamatan Sekar, Kebupaten Bojonegoro memanfaatkan momen dengan menjual pupuk bersubsidi dari Blora yang jelas melanggar hukum.
Kebutuhan pupuk yang meningkat memasuki masa tanam membuat oknum di Kecamatan Sekar, Kebupaten Bojonegoro memanfaatkan momen dengan menjual pupuk bersubsidi dari Blora yang jelas melanggar hukum.
Kondisi jalan Penghubung Untuk Kecamatan (PUK) Dander menuju Kecamatan Ngasem, sebagian mengalami kerusakan parah.
Susahnya mendapatkan bahan kapuk, membuat produksi kapuk di Desa Setiaji, Kecamatan Sukosewu banyak yang berhenti produksi. Padahal sebelumnya ada sekitar 55 KK di desa Setiaji yang setiap hari bekerja membuat kasur dari kapuk.
Pembuat kasur dari bahan kapuk benar-benar tergeser. Seperti di Desa Setiaji, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro yang terkenal dengan sentra penghasil kasur kapuk. Belakangan ini, sejumlah pengrajin merasa kesulitan untuk mencari kapuk sejak memasuki awal tahun.
Kelangkaan pupuk beberapa Minggu ini yang terjadi di Kecamatan Sekar bukan karena tidak ada pupuk, melainkan kios pupuk yang ada di kecamatan setempat dibekukan oleh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro karena proses administrasi yang ada kurang bisa berjalan dengan baik.
Beberapa minggu terakhir, harga pupuk mengalami kenaikan, hal tersebut juga berdampak pada terjadinya kelangkaan pupuk di pasaran. Khususnya bagi sebagian para petani di Kecamatan Sekar, yang saat ini mulai mengeluhkan susanya untuk mendapatkan pupuk.
Para siswa kelas VIII SMPN 1 Ngasem, memamerkan karya sampah organik berbahan daun kering, dalam acara pengukuhan orang tua asuh bagi masyarakat kurang mampu dan anak putus sekolah Senin, (13/3/2017).
Mendung menggeliat terhampar di langit Kota Bojonegoro, sesekali suara petir terdengar ketika blokBojonegoro.com menghampiri sosok pria asli Dusun Ngangkatan Desa Mulyoagung Kecamatan Kota Bojonegoro ini, senyum hangat kala berjabat tangan bagai teman yang sudah lama mengenalnya.
Para petani di Kabupaten Bojonegoro yang menggunakan pupuk kimia harus beralih menggunakan pupuk organik. Pasalnya, ketersediaan pupuk di Kota Ledre dipastikan hanya aman pada musim tanam kedua saja.
Para petani di di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro menyelenggarakan slametan, Minggu (29/1/2017) karena tanaman padi mereka diserang wereng.