Duh...! Paripurna Gagal, Anggota DPRD Tak Serius
Ketidakseriusan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bojonegoro kian nampak. Lantaran saat 'Rapat Paripurna Internal' dengan agenda penting, Jumat (18/1/2019), tidak jelas.
Ketidakseriusan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bojonegoro kian nampak. Lantaran saat 'Rapat Paripurna Internal' dengan agenda penting, Jumat (18/1/2019), tidak jelas.
Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Bojonegoro kemarin, mengakibatkan banjir seperti di Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru, Desa Jumput dan Desa Semen Kidul Kecamatan Sukosewu, dan Desa Bogangin Kecamatan Sumberrejo.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro dianggap mandul lantaran hampir delapan bulan menangani kasus dugaan penyalahgunaan wewenang inspektorat, tapi tak kunjung membuahkan hasil.
Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro menggelar penggalangan dana untuk korban Tsunami di Banten dan Lampung, serta longsor yang ada di Sukabumi, Rabu (16/1/2019) siang.
Kejaksaan Negeri Bojonegoro kembali memeriksa saksi dugaan penyalahgunaan wewenang Inspektorat setempat dalam penggunaan anggaran tahun 2015-2017 senilai Rp8 miliar.
Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, membenarkan ada warga Bojonegoro yang meringkuk di tahanan Mapolres Kediri akibat tindak pidana penipuan.
Rapat Sinkronisasi Rancangan Peraturan Daerah (Perda) di ruang Paripurna DPRD Bojonegoro, Selasa (15/1/2019) molor. Rapat ini membahas Raperda yang gagal dibahas pada tahun 2018.
Dewan Pimpinan Daerah Komisi Pengawasan Tindak Pidana Korupsi (DPD KPK TIPIKOR) Bojonegoro, turut mengawasi anggaran negara yang sudah ditetapkan di tahun 2019.
Belakangan ini masyarakat Bojonegoro dihebohkan dengan adanya salah satu tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang diduga kabur saat proses pembantaran. Namun ada persepsi berbeda dalam memaknai pembantaran oleh Lapas, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan sumber pendanaan. Hal itu, dikatakan Bupati Bojonegoro, Dr H Anna Mu'awanah.