Selama masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang saat ini kesulitan mencari kerja. Ditambah lagi beberapa karyawan yang mendapatkan PHK serta beberapa perusahaan yang mengalami penurunan pemasukan.
Proyek pembangunan trotoar dan drainase dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2021, terus dikebut pengerjaannya di tujuh titik Jalan Protokol Kota Bojonegoro.
Dikutip dari laman YouTube Sekretariat Negara, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo rencananya menyerahkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp15,3 triliun kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia yang belum pernah menerima sebelumnya.
Era Revolusi Industri 5.0 mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas diri. Bukan hanya melalui hard skill saja, tapi juga harus diiringi dengan kemampuan soft skill. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan soft skill adalah melalui literasi. Oleh karena itu, Pascasarjana UNU Sunan Giri Bojonegoro memfasilitasi para pendidik dan pemerhati pendidikan dengan mengadakan workshop bertajuk “Literasi dan Numerasiâ€. Workshop yang diselenggarakan secara virtual tersebut juga memperkenalkan tentang visi dan misi program Magister Pendidikan Agama Islam UNU Sunan Giri Bojonegoro.
Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro yang masih naik turun membuat layanan beberapa instansi/dinas dibatasi, salah satunya seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro yang membatasi layanan AK-1 atau kartu kuning bagi warga pencari kerja.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bojonegoro, terhitung sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 sehubungan dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat wilayah Jawa dan
Tingginya angka covid-19 di Indonesia, membuat Pemerintah Pusat hingga Kabupaten berupaya melakukan berbagai penanggulangan dalam menekan laju angka covid.
Salah seorang warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro pengusaha jamur tiram yang berhasil raup uang sebesar Rp 7 juta dalam sekali panen. Dini Angraeni namanya. Ibu rumah tangga yang telah memulai usaha jamur tiram sejak 2016 silam.
Saat ini dunia sedang mengalami permasalahan yang cukup intens yaitu adanya pandemi Covid-19. Banyak negara yang terdampak virus ini, termasuk Indonesia. Virus Covid-19 dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia. Penyebarannya pun cukup cepat, dapat menyebar melalui tetesan air liur (droplest) atau muntah (fomites), maupun benda-benda yang sering tersentuh atau kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi virus Covid-19.
Pada tanggal 11 Maret 2020, organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) menyatakan wabah penyakit akibat virus corona COVID-19 sebagai pandemi global. Dinyatakannya status ini diakibatkan kasus positif di luar China yang meningkat tiga belas kali lipat di 114 negara dengan total kematian pada saat itu mencapai 4,291 orang. WHO menyatakan bahwa selama ini belum pernah ada pandemi yang dipicu oleh virus corona dan pada saat yang bersamaan, belum pernah ada pandemi yang dapat dikendalikan. Atas dasar itu, maka WHO meminta negaranegara untuk mengambil tindakan yang mendesak dan agresif untuk mencegah dan mengatasi penyebaran virus COVID-19 ini (WHO 2020).