Hanya Beberapa Jam Bojonegoro Night Carnival, Hasilkan 7 Ton Sampah
Kemeriahan Bojonegoro Night Carnival beberapa waktu yang lalu, rupanya meninggalkan tumpukan sampah yang tidak sedikit. Volume sampah di Kabupaten Bojonegoro naik signifikan 7 ton.Â
Kemeriahan Bojonegoro Night Carnival beberapa waktu yang lalu, rupanya meninggalkan tumpukan sampah yang tidak sedikit. Volume sampah di Kabupaten Bojonegoro naik signifikan 7 ton.Â
Atasi banyaknya sampah usai pembukaan acara Bojonegoro Thengul Internasional Folklore Festival (B-TIFF), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menerjunkan sejumlah personel dan menyiapkan puluhan tempat sampah di sejumlah titik di alun-alun Bojonegoro.
Gerakan nyata dilakukan Satuan Tugas Lingkungan (Satgas Lingkungan) ATTANWIR dibawah naungan Ikatan Keluarga Ma'had Islami Attanwir (IKAMI ATTANWIR). Kali ini, pengurus menggelar sosialisasi untuk penataan lingkungan di sekolah dan Ponpes Attanwir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan aksi nyata untuk mengurangi limbah plastik. Salah satu tekniknya dengan membuat eco paving block dari bahan plastik kresek.
Sampah masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kini eco paving block hadir sebagai solusi penanganan sampah plastik yang bersifat circular economy.
Sampah masih terus jadi permasalahan di Indonesia dan tak kunjung habis. Sehingga masyarakat harus bisa memilah sampah. Sebab di lingkungan sekitar, sampah plastik dapat mencemari tanah, air, laut bahkan udara.
Setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai hari peduli sampah nasional (HPSN) tema peringatan tahun ini yaitu kelola sampah, kurangi emisi dan bangun proklim.
Bicara soal lingkungan pastinya tak akan lepas dengan sampah. Apalagi lingkungan kawasan desa yang memiliki sebuah pasar, baik itu tradisional maupun modern sudah dipastikan memiliki produksi sampah yang serba melimpah.
Soal penggunaan produk BBM yang barasal dari sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarsari, hanya dikonsumsi individu. Seperti bahan bakar dari peralatan, diesel, juga kendaraan pribadi milik DLH. Di samping itu, pemanfaatan Gas Metana juga disalurkan ke sejumlah Kepal Keluarga (KK) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar area TPA Banjarsari.
Jutaan sampah yang berdesakan di Kabupaten Bojonegoro tiap hari diangkut oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro. Mulai dari sampah pemukiman warga, timbunan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), hingga menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terbagi jadi 2 lokasi.