15 Juni Santri Kembali Belajar di Pesantren
Saat ini para santri dari berbagai daerah akan mulai kembali ke masing-masing Pondok Pesantren (Ponpes) untuk melanjutkan kembali belajar.
Saat ini para santri dari berbagai daerah akan mulai kembali ke masing-masing Pondok Pesantren (Ponpes) untuk melanjutkan kembali belajar.
Sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19/Virus Corona di wilayah Kabupaten Bojonegoro, sekaligus berhubungan dengan himbauan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur dan koordinasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bojonegoro.
Meski belum ada kepastian kapan para santri bisa kembali belajar di Pondok Pesantren (Ponpes), Kemenag Bojonegoro berharap kepada pengasuh dan pengurus Poondok agar melakukan sterilisasi atau penyemprotan disinfektan sebelum para santri kembali.
Sesuai dengan instruksi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, dan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, PMI Bojonegoro melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah pondok pesantren (Ponpes) yang tersebar di Bojonegoro.
Perhatian Ahbabul Musthofa Kabupaten Bojonegoro melestarikan tradisi mengaji ditunjukkan dengan membagikan seratusan meja kecil untuk mengaji para kyai atau ustadz. Meja tersebut dibagikan ke beberapa musala, masjid dan pondok pesantren.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pemuda Taruna Bojonegoro mendapat kepercayaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dengan diluncurkannya SMK MINI.
Bulan Desember 2019 lalu petani jagung mengeluhkan tanaman jagung mereka diserang oleh hama ulat FAW. Hama ulat FAW tersebut memakan batang jagung yang baru tumbuh sehingga tanaman jagung banyak yang rusak.
Gerakan sadar Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat tentu harus terus ditingkatkan, seperti yang dilakukan oleh komunitas mahasiswa asal Kabupaten Bojonegoro yang tengah menempuh bangku kuliah di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.