Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro menggelar gathering koordinator donor darah di Batu, Malang, Sabtu - Minggu (5-6/10/2019). Sekaligus meminta masukan pendonor, agar ketersediaan darah di Kota Ledre semakin baik lagi.
Pertemuan jejaring wilayah V Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, di kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/8/2019), membahas banyak hal termasuk layanan donor darah.
Setelah dua hari, Kamis dan Jum'at (2-3/5/2019) dilakukan assesment audit standart ISO 9001:2015, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro layak mendapatkan sertifikat ISO. Sehingga dengan adanya jaminan mutu layanan tersebut dapat meningkatkan pelayanan lebih baik yang komperhensif.
Komitmen Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terus ditingkatkan. Pasalnya layanan donor darah tersebut selangkah lagi standar ISO 9001:2015.
Demi meningkatkan kualitas dan kuantitas darah di Kabupaten Bojonegoro, UDD PMI Kabupaten Bojonegoro melakukan visitasi izin operasional, Kamis (13/12/2018). Bahkan untuk menyiapkan visitasi tersebut UDD mempersiapkannya selama setahun, sehingga berhasil menjadi UDD PMI type Madya yang ada di Jawa Timur.
Selain memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Bojonegoro, berbagai upaya terus dikembangkan untuk melayani masyarakat di Kota Ledre. Sehingga agar meningkatkan pelayanan, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan visitasi izin operasional, Kamis (13/12/2018).
Tim Pembina dari Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMII) Kota Surabaya Dr. Sasi Widuri, Dr. Wandai RMK dan Dr. Nelly Anggraeni, mengunjungi UDD PMI Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan kegiatan Pembinaan Jejaring Wilayah Binaan UDD PMI Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/7/2018).
Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Desa Bandungrejo berupa minyak dan gas bumi (Migas), menjadi banyak perhatian. Terlebih bagi masyarakat yang ada di wilayah tersebut untuk bisa turut andil dalam proses di dalamnya.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu: