Setelah diresmikan pada Kamis, (29/6/2017) siang, oleh Kepala Desa (Kades) Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Eko Prasetyono dengan ditandai pemotongan pita. Selanjutnya pihak pengelola langsung menentukan tarif atau harga tiket masuk untuk menikmati pemandangan Bukit Tono (Buton).
Ketika libur lebaran, biasanya beberapa wisata yang ada di Bojonegoro akan dipenuhi oleh para wisatawan lokal, untuk meshabiskan waktu bersama keluarga. Pasalnya banyak masyarakat yang pulang kampung untuk merayakan lebaran bersama-sama.
Menyambut libur hari raya Idhul Fitri yang kurang sekitar dua pekan lagi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro akan melakukan perbaikan atau pemeliharan empat sektor pariwisata, seperti Kahyangan Api, Waterpark Dander, Waduk Pacal dan Rumah singgah Wonocolo.
Prestasi di dunia pariwisata Bojonegoro kembali ditambah. Kali ini, Puguh Andhi Setiawan putra Bojonegoro yang mewakili Provinsi Jawa Timur di ajang Putra-Putri Pariwisata Nusntara mencetak prestasi yang membangakan di acara yang diselenggarakan Kemarin, Jumat (5/7/2017) di gedung Septa Pesona, Kementrian Pariwisata RI.
Tak banyak yang tahu lantaran belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, sumber air hangat yang berada di Dusun Jumblangjati, Desa Krondonan, Kecamatam Gondang, Kabupaten Bojonegoro, selain bisa dijadikan salah satu destinasi wisata untuk berlibur, ternyata air yang ada di tempat tersebut dipercaya bisa menyembuhkan penyakit, terutama gatal-gatal.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro dari sektor wisata mengalami peningkatan signifikan. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan sektor ini mencapai 305,5 persen, yakni di tahun 2015 ditargetkan Rp378 juta dan di tahun 2016 ini ternyata mampu menyumbang 305,5 persen menjadi Rp1,532 miliar.