Skip to main content

Category : Tag: 5


SMK Migas Bojonegoro

Hari Pertama Masuk, Wali Siswa Pasrah ke Sekolah

Senin (17/7/2017), adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum pelajar, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Seperti yang terpantau pada pagi ini, di Sekolah Menengah Kejurusan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, ratusan siswa berseragam rapi berjajar untuk mengikuti upacara hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2017-2018.

Nanang Arif, Guru Berprestasi SMK 2017

Lagi-lagi SMKN 5 Raih Guru Berprestasi 2017

Meski baru berdiri dua tahun yang lalu, tepatnya mulai menerima peserta didik pada tahun 2015, tak lantas membuat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro jauh dari prestasi. Terbukti, beberapa kali siswa-siswi SMKN 5 berhasil meraih prestasi. Tak hanya itu, dua kali berturut-turut guru SMKN 5, yang lebih akrab disebut SMK Migas itu mendapat peringkat guru berprestasi untuk jenjang SMK se-Kabupaten Bojonegoro.

SMK Migas Bojonegoro

Update Iman dengan Dhuha dan Dzikir Rutin

Kegiatan salat Dhuha dan Dzikir berjamaah rutin digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, Jawa Timur. Seperti pada pagi ini, Sabtu (15/4/2017), seluruh siswa dan guru juga staf SMKN 5 berjajar rapi membentuk shaf bersiap menjalankan salat dhuha bersama-sama.

SMK Negeri 5 Bojonegoro

Senam, Berdoa dan Berbagi ala SMK Migas

Jumat (17/2/2017) adalah hari yang penuh berkah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro. Bagaimana tidak, pagi-pagi semua siswa dan dewan guru juga staf melakukan senam bersama, setelah itu dilanjutkan dengan salat dhuha dan dzikir, terakhir mereka berbagi lewat donor darah yang diadakan rutin setiap tiga bulan sekali.

SMKN 5 Bojonegoro

Kreatif, Olah Bekatul Jadi Brownies dan Cookies

Bekatul biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk memberi makan hewan ternak seperti ayam, kambing atau sapi. Tapi tidak di tangan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro Jurusan Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP). Di tangan mereka, bekatul disulap menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis.