Haji 2018
Jemaah Haji Laksanakan Thawaf Ifadah
Jamaah haji usai melaksanakan lempar jumroh Nafar Awal dan Tsani, hari ini tanggal 14 Dzulhijjah jamaah mengerjakan rukun haji terakhir yakni, melaksanakan Ifadah.
Jamaah haji usai melaksanakan lempar jumroh Nafar Awal dan Tsani, hari ini tanggal 14 Dzulhijjah jamaah mengerjakan rukun haji terakhir yakni, melaksanakan Ifadah.
Banyak cara untuk memperkenalkan anak tentang tata cara beribadah, salah satunya adalah belajar melakukan manasik haji. Hal itu dilakukan oleh siswa Madrasa Ibtidaiyah (MI) An Nur Dander kemarin, di Lapangan desa setempat.
Kamis (23/8/2018), kabar duka kembali menimpa jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang tergabung di Kloter 39, yang dikabarkan meninggal dunia pada pukul 02.00 waktu Arab Saudi.
Suasana mencekam sempat dialami seluruh jemaah haji, tak terkecuali jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro. Karenakan kondisi cuaca dan listrik padam, para jemaah sempat panik.
Jemaah haji asal Bojonegoro saat ini tengah mengerjakan salah satu kegiatan ibadah haji yaitu melempar jumroh nafar awal. Hal itu dilakukan setelah melakukan lempar jumroh aqobah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah kemarin.
Dusun Grogol, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai tempat usaha rumahan pengrajin anyaman bambu. Banyak jenis kerajinan tangan yang dibuat dari bambu itu, di antaranya tampah, bojok, tompo (wadah untuk mencuci beras), kalo (wadah untuk memeras santan), dan kemarang (wadah untuk menaruh nasi)
Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro, yang tergabung di kelompok terbang (Kloter) 39 dikabarkan meninggal dunia, di RSAL Noor Saudi Arabia pada Jumat (10/8/2018) pukul 22.34 waktu Arab. Jemaah tersebut atas nama Khaer Iskak bin Iskak (76) yang berasal dari Desa Wedi Kecamatan Kapas.
Usai diberangkatkan ke tanah suci, hingga kini ada dua jemaah haji asal Bojonegoro yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Keduanya masing-masing atas nama Djuki asal Kedungadem dan Saenah Jaimin Saman, dari Kecamatan Sukosewu keduanya dari kloter 41.
Jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro diharapkan bisa selalu menjaga kesehatannya saat berada di tanah suci, terlebih lagi saat menjelang wukuf agar tidak terlalu memforsir tenaga sehingga badan tidak mudah capek. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kemenag Bojonegoro, M. Syamsuri.
Sebagai upaya memberikan keamanan bagi jamaah haji Bojonegoro dari tindakan kejahatan penipuan saat melaksnakan ibadah di tanah suci, Kementrian Agama pusat membentuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk membentuk tim keamanan.