Hujan deras yang mengguyur Desa Kunci Kecamatan Dander, Senin (30/12/2019) malam mengakibatkan jalan desa setempat dan jalan provinsi tergenang air luapan dari hutan Perhutani KPRH Sampang.
Upaya mencegah terdampak banjir bandang kala musim penghujan datang, dua desa di Kecamatan Dander terus melakukan berbagai langkah. Di antaranya membersihkan seluruh aliran sungai. Hal tersebut untuk memperlancar aliran air agar tidak ada lagi sampah yang menyumbat di aliran sungai setempat.
Seiring musim hujan yang mulai melanda Kabupaten Bojonegoro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, telah memetakan sejumlah desa/ kecamatan yang tergolong rawan bencana banjir saat intensitas hujan yang turun cukup tinggi.
Setelah penantian panjang akhirnya sodetan Kali Gandong segera bisa dilaksanakan. Ini merupakan tujuan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mengurangi dampak banjir akibat aliran Sungai Gandong. Atas mulainya pembangunan sodetan Kali Gandong ini, masyarakat Dukuh Sugihan, Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang melakukan tasyakuran di lokasi yang akan dilakukan sodetan Kali Gandong (31/7/2019). Pada kesempatan tersebut hadir pula Camat Temayang, Kepala Desa Kedungsumber, Perhutani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air.
Setelah hujan deras mengguyur Bojonegoro khususnya wilayah timur dan selatan sepanjang malam hingga dini hari, membuat beberapa titik tertentu yang menjadi langganan banjir kembali terendam oleh air keruh yang datang dari arah selatan, Senin (29/4/2019).
Saat awak blokBojonegoro.com memantau banjir di sepanjang sungai Apur yang tengah meluap, tampak di sekitar area banjir ada salah seorang warga, Sukirno pengusaha bekicot asal Desa Mejuet, Kecamatan Sumberrejo yang tengah menyelamatkan ribuan bekicot-bekiconya dari genangan banjir.