Skip to main content

Category : Tag: Arah


Mengapa Kita Bisa Gampang Marah Saat Lapar?

Saat lapar, biasanya mood kita akan memburuk. Kita bisa menjadi mudah marah, tanpa alasan yang jelas. Hal ini rupanya dapat dijelaskan secara ilmiah.

Musim Tak Menentu, Dinkes Imbau Jaga Kesehatan

Selain penyakit demam berdarah yang perlu diwaspadai, di cuaca tidak menentu terkadang siang cuaca sangat panas dan sore hari hujan, masyarakat juga perlu menjaga pola hidup sehat dan mewaspadai penyakit yang rentan terjadi di musim penghujan.

Sosok Pembuat Komik yang Jadi Juara III se-Jatim

Kerja Bangunan, Tak Sangka Bisa Sekolahkan Anak Hingga SMA

Dibalik kemahiran Aditya Andra Faersa membuat komik, ternyata ia berasal dari keluarga yang sederhana. Bahkan yang lebih hebat lagi, orang tua Andra rela banting tulang memeras keringat berkerja demi bisa menyekolahkan Andra hingga duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) seperti saat ini.

Pencipta Lagu Darah Juang dan Kenangannya pada Bojonegoro

Nama John Tobing tentu akrab di telinga aktivis mahasiswa. Atau jika tidak mengenal nama itu, setidaknya mengenal lagu Darah Juang. Lagu itu sering dinyanyikan saat turun ke jalan meggelar demonstrasi. Ya, John Tobing adalah pencipta lagu “wajib” bagi aktivis mahasiswa era 1990 an hingga sekarang.

Peringati HUT Lantas ke-62, Polres Gelar Donor Darah

Berbagai kegiatan diadakan dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas ke-62, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro misalnya, yang menggelar kegiatan sosial berupa donor darah di Gedung Mliwis Putih Sat Lantas Polres Bojonegoro, Rabu (20/9/2017). Seluruh anggota kepolisian berpartisipasi mengikuti kegiatan sosial tersebut.

Wabub Buka Gebyar Bojonegoro Expo dan Layanan Publik

Wakil Bupati (Wabub) Bojonegoro, Setyo Hartono, berkesempatan membuka Gebyar Bojonegoro Expo dan Layanan Publik 2017 hari, Sabtu (9/9/2017), di Halaman Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (26)

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (16)

Hari-Hari Menjelang Pertempuran Letda Soetjipto

Setelah menyelesaikan misi penghadangan Belanda di Mondokan, sisi barat kota Tuban, 9 Januari 1949, Letda Soetjipto langsung mengungsikan dua pasukannya yang terluka ke tempat perawatan kesehatan milik pejuang di Desa Tlogonongko, Kecamatan Semanding. Sementara dia sendiri, setelah memperkuat pasukan gerilya di wilayah Merakurak dan Montong kembali lagi ke pos pertahanan di Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (13)

Panik, Tembakan Musuh dan Lawan Sulit Dikenal

Usai terjadi pertempuran perjumpaan pada 11 Februari 1949 yang mengakibatkan gugurnya Letmuda Suwolo, selanjutnya, pada hari Minggu 20 Februari 1949 pagi, pasukan Belanda melakukan gerakan. Sasarannya ada Dander, dengan menggunakan tiga poros berkekuatan sekitar satu kompi.