Skip to main content

Category : Tag: Art


Perdana Sambangi FKUB, Kapolres AKBP Yenni: Aura Bojonegoro Memang Berbeda

Menjaga keamanan daerah tidak hanya menjadi tugas aparat kepolisian. Peran tokoh agama dan forum lintas kepercayaan juga menjadi bagian penting dalam merawat kehidupan masyarakat yang rukun. Berangkat dari semangat itulah, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty menjadikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu tujuan silaturahmi di awal masa tugasnya.

Kapolres AKBP Yenni Diarty Silaturahmi ke Ponpes Al-Rosyid, Mohon Doa Restu Jaga Bojonegoro

Secangkir kopi dan obrolan hangat mewarnai pertemuan Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty dengan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Rosyid, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Selasa (4/8/2026). Pertemuan perdana tersebut menjadi awal membangun kedekatan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan kalangan pesantren dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Golkar Bojonegoro Ajak Kader Belajar Politik Sambil Menjelajah Geopark Wonocolo

Pendidikan politik tidak selalu identik dengan forum resmi di dalam ruangan. DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro memilih cara berbeda dengan mengajak jajaran Pimpinan Kecamatan (PK) mengikuti kegiatan yang dipadukan dengan wisata edukasi di kawasan Geopark Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Minggu (2/8/2026).

AMSI Jatim Gelar Raker 2026, Bahas Masa Depan Media di Era Ledakan AI

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengubah cara masyarakat mengakses informasi sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi industri media. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur 2026 yang digelar di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Kolom

Mimpi yang Tertunda

Pagi itu halaman depan harian Radar Bojonegoro seperti menampar siapa pun yang membacanya. Di tengah semarak peringatan Hari Anak Nasional 2026, sebuah angka dicetak besar dengan warna merah menyala: 4.745 Anak Tidak Sekolah. Angka itu seolah lebih lantang daripada pidato-pidato seremonial. Ia tidak berteriak, tetapi cukup membuat siapa saja yang peduli pada masa depan berhenti sejenak.