Skip to main content

Category : Tag: Asa


Tabir Gelap Kekerasan Terhadap Perempuan

“Violence against women is not cultural. It is criminal. Equality cannot come eventually. It’s something we must fight for now. “(Samantha Power – mantan Dubes A.S. untuk PBB). Kekerasan terhadap perempuan jika dianggap sebagai budaya akan memunculkan sikap permisif yang melanggengkan perilaku tersebut. Namun, jika dikategorikan sebagai kejahatan maka akan menjadi faktor pencegah terulangnya atau terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan.

Kapolres Launching 'Benteng STM' di SMKN 2 Bojonegoro

Fenomena kekerasan di dunia pendidikan tidak menutup kemungkinan terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga perlu adanya langkah preventif dalam kegiatan proses belajar mengajar, salah satunya seperti yang dilakukan SMKN 2 Bojonegoro dengan mendirikan 'Benteng SMK', yang dilaunching langsung Kapolres Bojonegoro, AKBP Ari Fadly, Senin (26/11/2018).

Satpol PP Terus Awasi PKL Pasar Kota

Pengawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jalan Pasar Kota Bojonegoro, yang beberapa waktu lalu dipindah ke halaman parkir pasar, terus dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro. Hal itu untuk mengantisipasi apabila ada PKL yang hendak berjualan kembali di jalan.

Ada 8 Madrasah Dapat Nilai C Saat Akreditasi

Beberapa madrasah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro divisitasi serta diakreditasi secara langsung oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN). Ternyata, tak semua madrasah mendapat nilai memuaskan, tercatat 8 madrasah mendapat nilai C. Akibatnya, madrasah yang mendapat nilai tersebut terancam tidak bisa menggelar ujian nasional secara mandiri.

Awal 2019 Kartu Nikah Diberlakukan di Bojonegoro

Pemberlakuan Kartu nikah di Kabupaten Bojonegoro, belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Pasalnya pemberlakuan kartu nikah bulan Desember itu masih diproyeksikan di 4 Kabupaten /Kota yang ada di Provinsi Jawa Timur yakni Surabaya, Malang, Pasuruan dan Mojokerto.

Prasasti Adan-adan Diteliti Ulang di Mojokerto

Salah satu koleksi museum Rajekwesi, Prasasti Adan-adan tengah diteliti ulang di museum Empu Tantular Kabupaten Mojokerto, guna memperbaiki tulisan yang dirasa ada yang kurang pada duplikat prasasti tersebut.