Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum Pasinan Baureno melakukan kegiatan bakti sosial pada korban banjir di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/2/2018).
Seleksi Persibo Bojonegoro ternyata sangat diminati oleh banyak pemain di Jawa Timur, bahkan juga ada yang datang provinsi Jawa Tengah. Sejak hari pertama seleksi, Senin (26/2/2018) kemarin, peserta seleksi tim yang berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut mencapai 340 pemain dan pada hari kedua tadi ada 75 pemain baru.
Secara geografis, Kabupaten Bojonegoro yang memiliki luas wilayah mencapai 230.706 Ha, potensial sekali untuk menggerakkan literasi ditingkat pedesaan. Bagaimana tidak, berdasarkan data bojonegorokab.go.id, tahun 2016 saja secara administratif Bojonegoro memiliki 28 kecamatan, 419 desa dan 11 kelurahan. Maka jelas, banyaknya desa yang dalam perkembangannya bisa bertambah perlu dibranding dari sisi literasi. Sehingga, walau terlihat orang desa, melainkan pemahaman wawasan luar perlu ditunjang seiring dengan gerakan literasi nasional (GLN) yang tahun 2017 lalu dicanangkan oleh Kemendikbud.
Meski banjir melanda, urusan mengisi perut memang tak bisa ditunda. Hal ini menjadi alasan Mbak Ning, pemilik warung di Dusun Kedungpapah RT 03/RW 08 Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu membuka warungnya.
Tugas berat memajukan dunia pendidikan bakal diemban oleh jabatan baru seluruh Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke depan. Pasalnya, dunia pendidikan saat ini dinilai belum banyak memberikan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar acara Rapat Evaluasi Dokumen Pengelolaan Lingkungan bagi usaha dan atau kegiatan. Acara itu di ikuti oleh Pelaku Usaha, Rumah Sakit, Puskesmas di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (20/2/2018) di Ruang Angling Dharma Kantor Pemkab.
Menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mendatang untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) /Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) , sejumlah sekolah terus melakukan berbagai persiapan, bahkan beberapa waktu lalu telah dilakukan tahapan sinkronisasi serta simulasi tahap kedua.
Sebelum masa jabatan Bupati Bojonegoro, Suyoto habis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melakukan dua kali mutasi Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni pertama pada Oktober 2017 dan ke dua, Rabu (7/2/2018) kemarin. Namun mutasi yang pertama, belum mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).