Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama kurang lebih satu tahun lima bulan, sejak terdeteksi pertama kali di Indonesia pada Maret 2020 telah memukul hampir semua sektor kehidupan masyarakat.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengunjungi Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperatori oleh Pertamina EP Cepu (PEPC).
Setelah Kamis (10/6/2021) Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (​SKK Migas) Dwi Soetjipto didampingi oleh Rudi Satwiko, Deputy Dukungan Bisnis dan Arief S. Handoko, Deputy Keuangan dan Monetisasi mengunjungi Proyek Pengembangan Gas Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperatori oleh PT Pertamina EP Cepu, Jumat (11/6/2021) Asisten Deputi Migas, Pertambangan dan Petrokimia Kemenko Perekonomian RI, Andi Novianto melakukan kunjungan kerja ke JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Rejo di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin berkembang dan menguatkan pemnberdayaan terhadap warga sekitar.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur akses jalan desa, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, melaksanakan program pembangunan Infrastruktur Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 1000 meter di desa setempat. Diharapkan TPT ini akan berfungsi menahan tekanan aktif supaya jalan lingkungan desa tetap kokoh dan bisa menanggulangi longsor pengikisan tanah pada badan jalan.
Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu, menunjukkan kinerja yang progresif dari aspek konstruksi,drilling maupun skema project financing. Progres konstruksi Gas Processing Facility (GPF) telah melampaui target progres di angka 25% atau lebih cepat 1% dari target 24% di semester I tahun 2019.
PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak usaha PT Pertamina (Persero), berhasil mendapat pendanaan senilai USD1,85 miliar dari konsorsium 12 bank untuk membiayai Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB).
Semua kilang minyak pasti menghasilkan limbah Sulfur. Limbah tersebut dipastikan dikelola dengan baik, dan berakhir menjadi air bersih yang tidak berdampak serius ke lingkungan.