Skip to main content

Category : Tag: Banyu Urip


Lapangan Banyu Urip Siap Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Presiden RI, Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di Kabupaten Bojonegoro, Kamis (26/6/2025). Kedatangan Presiden Prabowo untuk melakukan Peresmian Peningkatan Produksi Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), di Lapangan Banyu Urip, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Pekerja Migas di Lapangan Banyu Urip Santuni Ratusan Yatim di Bojonegoro

Di Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriyah, para pekerja dari Lapangan Minyak Banyu Urip dan Kedung Keris di Bojonegoro memberi santunan kepada lebih dari 500 anak yatim. Pekerja yang tergabung dalam Badan Dakwah Islam ExxonMobil Cepu Limited (BDI EMCL) ini bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Gayam dan Kalitidu, Senin (17/3/2025).

Tinjau Uji Peningkatan Kapasitas Produksi, Ditjen Migas Kunjungi Lapangan Banyu Urip

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas bersama SKK Migas, dan ExxonMobil Cepu Limited berkolaborasi mendukung produksi minyak saat ini dengan melakukan berbagai upaya antara lain melakukan program pengeboran Banyu Urip Infil Clastic (BUIC), Optimalisasi Gas Dehydration Injection (GDI), hingga Uji Peningkatan Kapasitas Produksi.

Minyak dari Lapangan Banyu Urip di Bojonegoro ke FSO Gagak Rimang Mencapai Pengapalan ke-1.000

Operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan bangga mengumumkan pengapalan (lifting) ke-1.000 minyak mentah Blok Cepu untuk Indonesia. Minyak mentah yang dikapalkan ini diproduksi dari Blok Cepu, Bojonegoro, dan diproses di fasilitas pengolahan pusat. Minyak mentah tersebut kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 95 kilometer ke Palang, Tuban, lalu ke kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang, lepas pantai Tuban, Jawa Timur

Koordinasi dan Sinergi Jadi Kunci Keselamatan Jalur Pipa Lapangan Banyu Urip

Lapangan Minyak Banyu Urip yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengalirkan minyak mentah melalui pipa sepanjang 72 km dari Bojonegoro hingga Tuban. Pipa melewati area pertanian, pemukiman penduduk, jalan, sungai, lahan perhutani, dan fasilitas publik lainnya. Pipa yang ditanam di kedalam 1,5 - 2 meter itu harus dijaga untuk keselamatan masyarakat dan lingkungan.