Skip to main content

Category : Tag: Bela


Mandiri, Mahasiswa STAI Attanwir Buka Usaha Kelompok

Memang pemuda itu harus terus berkarya dan menelorkan ide-ide kreatifnya, agar negara ini bisa terus maju. Selain itu, inovasi yang dimunculkan tentu bisa berdampak posifit bagi diri sendiri dan orang lain.

Generasi Milenial Harus Paham Pentingnya Bela Negara

Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan dan memahamkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga Kementerian Pertahanan RI melakukan sosialisasi pembinaan kesadaran bela negara di Pondok Pesantren Plus Al-Fatimah Kabupaten Bojonegoro, Minggu (9/12/2018).

FPBS IKIP Gelar Media Pembelajaran Berjuara 2018

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) yang terdiri dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menggelar pameran media pembelajaran berjuara.

SMKN 2 Gelar Workshop Metode Pembelajaran Bagi Guru

Upaya meningkatkan kapasitas guru dalam pembelajaran di bidang akademik jurusan, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bojonegoro mengadakan workshop selama tiga hari bagi guru sekolah setempat. Hadir saat pembukaan Kasi Kesiswaan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Kusnadi.

SMPN 1 Gayam Antusias Belajar Energi Migas

Mata anak-anak tak bisa lepas dari layar di depan mereka. Proyeksi di layar menampilkan bagaimana proses pencarian sampai pengambilan minyak mentah dari dalam tanah. Kegiatan ini merupakan serangkaian program ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bekerja sama dengan yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) bertajuk belajar energi migas di SMP Negeri 1 Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (19/10/2017).

Solusi Anak Malas Belajar

Melihat anak malas belajar seakan membuat miris kita sebagai orang tua. Pengorbanan yang dilakukan berwujud meteriil seakan tidak ada artinya untuk membuat mereka keranjingan belajar. Belum lagi, setelah terpenuhinya fasilitas teknologi berupa gadget, juga tidak serta merta menumbuhkan kemauan belajar. Yang jamak justru, mereka terlelap dalam buaian teknologi sehingga aktifitas belajar ‘seakan-akan tidak perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh’.