Meski Hujan Sudah Turun, BPBD Masih Kirim Air
Meski beberapa hari ini beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro diguyur hujan, namun sejumlah wilayah masih dilanda kekurangan air bersih.
Meski beberapa hari ini beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro diguyur hujan, namun sejumlah wilayah masih dilanda kekurangan air bersih.
Aksi nyata ditunjukkan SMP Negeri Kedungadum alumni tahun 1993, melalui kegiatan positif kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, sehingga para alumni membagikan air bersih ke beberapa titik yang ada di Kecamatan Kedungadem.
Terjadinya bencana kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, membuat kepedulian pecinta sholawat nabi di Kota Ledre, Ahbabul Musthofa dan Syekher Mania Kabupaten Bojonegoro ikut mendistribusikan air bersih pada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kemarau Panjang, Warga Ambil Air Hingga Pagi Hari
Kebutuhan akan air adalah hal yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari untuk kebutuhan mencuci, mandi hingga memasak untuk makan keluarga di rumah.
Status tanggap darurat bencana kekeringan masih ditetapkan oleh Pemkab Bojonegoro sejak September hingga 30 November 2019.
Bersama elemen masyarakat, jajaran TNI Koramil 06/Baureno, Kodim 0813 Bojonegoro, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan Karya Bakti dengan sasaran pembersihan area pasca musibah kebakaran 3 rumah di Dusun Bakalan RT. 001/RW.010, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno pada 20 Oktober 2019 kemarin.
Di musim kemarau ini, mulai bulan Juli 2019 hingga bulan Oktober ini, sebanyak 928 Rit air bersih, telah didistribusikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Musim kemarau membuat beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan, bahkan fenomena alam yang terjadi setiap tahun di Kota Ledre, belum tertanggulangi secara masif. Sehingga DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.
Dari jumlah 66 desa di 18 kecamatan se Kabupaten Bojonegoro yang mengajukan dropping air bersih, desa terbanyak ada di Kecamatan Ngasem. Sekitar 10 desa membutuhkan bantuan air bersih.