#bB60Detik
Ayo...! Ke Jembatan Bojonegoro-Trucuk
Jembatan Sosrodilogo atau biasa dikenal Jembatan Trucuk, resmi diuji coba untuk kendaraan roda empat.
Jembatan Sosrodilogo atau biasa dikenal Jembatan Trucuk, resmi diuji coba untuk kendaraan roda empat.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mencatat produksi siap jual (lifting ) migas selama sebelas bulan terakhir baru mencapai 95% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wulan Dewatra merupakan nama pena seorang gadis kelahiran 21 Juli 1990. Wulandari Putri yang berhasil memodifikasi namanya menjadi Wulan Dewatra tersebut telah berhasil pula menikmati juri Lomba 100% Roman Asli Indonesia dengan novel “Hujan dan Teduh†karyanya. Kepiawiannya dalam merangkai kalimat ketika menuliskan novel memang luar biasa. Gadis yang merupakan seorang mahasisi jurusan Pendidikan Indonesia ini berani mengangkat tema yang ‘berbeda’ dari novel – novel remaja kebanyakan. Maka tak heran jika melalui novel “Hujan dan Teduh†yang merupakan novel pertamanya yang dipublikasikan ia dapat menyabet juara pertama dalam lomba tersebut.
Sebanyak 55 siswa kelas X dan XI SMAN 3 Bojonegoro mengikuti pelatihan menulis, diantara dengan materi "Menulis Esai". Kegiatan berlangsung di aula sekolah yang ada di Jalan Monginsidi Kota Bojonegoro, Rabu (5/12/2018).
Santhy Aghata adalah seorang perempuan karir yang mencuri waktu senggangnya untuk menulis. Novelnya yang sudah terbit antara lain “A Romatic Story About Serenaâ€, “Sleep Whit The Devilâ€, “Unforgiven hero’, dan From The Darkest sideâ€.
Novel berjudul Manis Itu Pahit menceritakan sesosok pemuda yang Mualim Fahmi, Dia tinggal di bukit dengan kesehariaannya mengajari anak-anak kecik membaca, menumis dan mengaji. Fasilitas tempat pendidikan tersebut di bangunnya sendiri dan itupun juga rumahnya dibagi menjadi dua, yang satu untuk tempat tinggalnya dan yang satunya untuk fasilitas pendidikan anak-anak kampung.
Novel “Hujan Punya Cerita tentang Kita†ini adalah karya ketiga Yoana Dianika. Yang lahir pada tanggal 18 Januari. Yoana Dianika adalah anak kedua dari tida bersaudara. Dia pernah mengenyam pendidikan Sastra Jepang di Universitas Airlangga Surabaya. Seperti halnya orang-orang umum. Yoana Dianika juga seorang dreamer yang mempunyai banyak sekali keinginan yang ingin dicapainya. Salah satu adalah ingin menjadi seorang penulis.
Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman, Yogyakarta.
Wartawan biasa dikenal tangi awan atau bangun siang. Namun hal itu tampaknya tidak berlaku Senin (12/11/2018). Meski ada yang semalam begadang, diskusi atau nonton bola hingga dini hari, namun sejak subuh sudah ada yang mendirikan salat. Walaupun akhirnya kembali ke pulau kapuk, bangunnya juga tidak terlalu siang.
Pagi masih basah, saat aku pergi ke ladangku yang kering. Hampir tujuh bulan ini, mendung tak mau singgah apalagi menitikkan air ke hamparan tanah desaku. Aku berjalan kurang lebih 20 menit, sampailah aku di pekarangan, namun belum sempat aku melihat tanaman apa pun, aku sudah dikagetkan seorang kakek yang tiba-tiba ceramah tanpa mengenalkan diri.