Bojonegoro Tunda Terapkan FDS
Sekolah 5 hari atau yang dikenal Full Days School (FDS) Kabupaten Bojonegoro untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum menerapkannya. Meskipun begitu, kalaupun sistem itu diberlakukan sekolah siap menerapkannya.
Sekolah 5 hari atau yang dikenal Full Days School (FDS) Kabupaten Bojonegoro untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum menerapkannya. Meskipun begitu, kalaupun sistem itu diberlakukan sekolah siap menerapkannya.
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Asosiasi Sosial dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) melakukan sosialisasi Program Aksi Kemitraan Untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patradaya). Rabu, (26/7/2017) di Desa Jampet dan Tengger, Kecamatan Ngasem.
Seiring berjalannya usaha Koperasi Produsen Agribisnis (KPA) Makmur Sejahtera Bersama hasil dampingan EMCL melalui Yayasan Bina Swadaya, bekerja sama dengan Bulog menjalankan program Rumah Pangan Kita (RPK). RPK bertujuan menstabilkan harga pangan agar lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat secara merata.
Expo dan pasar murah yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid selama empat hari, Senin-Kamis (10-13/7/2017), menyedot animo masyarakat untuk berkunjung ke acara tahunan tersebut.
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memberikan apresiasi kepada 5 Non Government Organization (NGO) mitra dalam Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRA DAYA), Senin (10/7/2017).
Keputusan yang dilontarkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan baru Prof. Dr. Muhadjir Effendy tentang Full Day School (FDS) menuai kontroversi dan membuat gaduh di masyarakat. Nantinya kalau gagasan ini diterapkan, selama seharian penuh, siswa akan berada di bangku sekolah. Tujuannya menurut menteri Muhajir Effendy adalah untuk membentuk karakter siswa. Alasan lain, karena ketika siswa pulang lebih dini, pergaulan siswa tidak terkontrol kedua orang tua sibuk bekerja dan baru pulang sore hari. Akibatnya, siswa bebas keluyuran di luar rumah dan akan melakukan banyak perbuatan negatif tanpa ada pengawasan dari orang tua.
DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy tentang perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai Full Day School (FDS) dikaji ulang. Pasalnya, penerapan kebijakan tersebut tidak mudah diterapkan di semua daerah.
Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerapkan perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai full day school menuai banyak respon dari publik. Kritik pun mengalir deras dari berbagai kalangan, termasuk di dunia maya, meski akhirnya Muhadjir membuka kemungkinan akan menarik gagasan tersebut karena pihak banyak yang keberatan.
Sepi. Padahal jam telah menunjukkan pukul 17.15 WIB. Waktu berbuka kurang 10-an menit. Biasanya, saat pukul 17.00 surau atau musala di tepi bengawan itu selalu telah ramai orang untuk sekadar membincang keagamaan. Terutama soal fiqih-fiqih ringan. Tetapi kenapa sekarang sepi?
Suasana penutupan Sepekan Seni Sayap Jendela "Anjerbabag Awe-Awe" pada Jumat (19/5/2017) malam benar-benar meriah. Ratusan masyarakat di Kota Bojonegoro memadati halaman dan jalan menuju Sanggar Sayap Jendela di Jalan Kapten Ramli, Kelurahan Ledok Kulon, Kota Bojonegoro.