Ini Langkah Disdik Jika Pagu PPDB Belum Terpenuhi
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi jenjang SMPN di Kabupaten Bojonegoro, jalur Afirmasi, prestasi, zonasi dan perpindahan tugas orang tua telah usai.
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi jenjang SMPN di Kabupaten Bojonegoro, jalur Afirmasi, prestasi, zonasi dan perpindahan tugas orang tua telah usai.
Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN di Kabupaten Bojonegoro, tahun ini terbagi dari 4 jalur yaitu Afirmasi, prestasi, perpindahan tugas orang tua dan zonasi.
Memasuki hari keenam, beberapa SMPN di wilayah kota memenuhi pagu. Sehingga dilakukan perangkingan menentukan siswa diterima. Tentu berdasar jarak rumah terdekat dengan sekolah.
Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN jalur zonasi memasuki hari ke empat (30/3/2023). Pendaftaran berdasar jarak rumah dengan sekolah tersebut.
Memasuki musim penghujan sejak dua bulan terakhir ini. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro meningkat. Selain itu, permintaan trombosit di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro juga melonjak seiring naiknya kasus DBD itu.
Pengambilan personal identification number (PIN) bagi syarat calon peserta didik baru jenjang SMA, diperpanjang hingga 4 Juli mendatang. Perpanjangan tersebut dilakukan karena pagu masih belum terpenuhi. Hingga kini, baru 10.789 siswa yang mendapatkan nomor identitas pribadi.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022, pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang ada di Kabupaten Bojonegoro telah dibuka. Dalam PPDB tahun ini, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Propinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bojonegoro dan Tuban menyediakan sebanyak 6.912 pagu.
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi jenjang SMPN di Kabupaten Bojonegoro, akan ditutup, pada Rabu (25/06/2022) tepat pukul 24.00 WIB.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi jenjang SMPN di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan bakal diperpanjang. Sebab, PPDB dirasa belum maksimal karena belum memenuhi pagu yang ditentukan oleh pihak sekolah. Hingga 19 Mei kemarin, hanya 5 sekolah yang pagunya terpenuhi.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengajak para pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bangka Belitung (Babel) untuk bersinergi melihat peluang ekspor. Pelaku UMKM Babel harus dapat meningkatkan daya saing untuk menembus pasar global.