Skip to main content

Category : Tag: Dek


Penghapusan UN dan Konsep Merdeka Belajar

Reformasi pendidikan di Indonesia telah dimulai. Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengusung dan memulai semangat perubahan ini melalui konsep merdeka belajar yang mencakup beberapa poin penting diantaranya: Penghapusan Ujian Nasional, Penyederhanaan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Semua konsep yang ditawarkan ini bertujuan untuk menciptakan kemerdekaan dalam belajar, artinya siswa tidak perlu lagi stres dan tertekan dalam memikirkan dan mempersiapkan Ujian Nasional, penyederhanaan RPP ditujukan agar guru lebih leluasa dan bebas untuk memilih, membuat, menggunakan dan mengambangkan format RPP. Sedangkan perubahan sistem zonasi dalam proses PPDB yang baru bisa lebih memberikan kemerdekaan bagi siswa untuk memilih sekolah yang diinginkannya (terutama bagi siswa yang berprestasi). Pasalnya, Mendikbud mengalokasikan 30% kouta untuk jalur prestasi, sedangkan sisanya 50% untuk zonasi wilayah, 15% untuk jalur afirmasi, dan 5% untuk jalur pindahan. Demikian inti program “merdeka belajar” diusung oleh Nadiem sebagaimana yang disampaikan pada rapat dengan kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan (Rabu, 12 Desember 2019).

Tokoh Pemuda Lintas Agama Deklarasi Bersama Tolak Aksi Anarkis

Sejumlah tokoh agama, lintas pemuda hingga kepala sekolah di Kabupaten Bojonegoro yang tergabung dalam forum keberagaman umat beragama di Bojonegoro, Jumat (16/10/2020), menggelar deklarasi bersama tolak anarkisme di Indonesia.

Umat Konghucu dan Budha di Bojonegoro Gelar Ritual Sedekah Bumi

Seperti lazimnya yang terjadi pada setiap bulan syuro, warga tanah Jawa menggelar serangkaian acara doa dan tasyakuran serta ruwatan. Hal ini juga dilakukan umat Konghucu dan Budha di Bojonegoro yang menggelar ritual atau wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, Kamis, (3/9/2020).

Tak Ada Gunungan Diarak, Sedekah Bumi Campurejo di Makam Manis

Seluruh warga dari berbagai dukuhan atau dusun yang ada di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro berdatangan ke Makam Manis, untuk melakukan sedekah bumi bersama-sama. Dengan membawa bekal makanan yang sebelumnya sudah ditaruh pada setiap plastik untuk kemudian dilanjutkan manganan.