LSP Pertanian Gelar Uji Kompetensi di SMK Migas Bojonegoro
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Malang menggelar Uji Kompetensi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, Senin (17/6/2018).
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Malang menggelar Uji Kompetensi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, Senin (17/6/2018).
Siswa-siswi SMK Negeri 5 Bojonegoro belajar mengembangkan energi terbarukan berupa biogas. Para siswa jurusan Teknik Energi Biomasa (TEB) itu belajar bagaimana mengembangkan energi alteratif dalam program biogas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Pondok pesantren (Ponpes) Al-Rosyid, Dander, Bojonegoro sudah tidak lagi dipusingkan persoalan sampah yang menggunung setiap harinya, dari ribuan santri dan siswa di lembaga tersebut. Setelah salah satu Ponpes tertua di Kota Ledre dibantu SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) untuk mengolah sampah menjadi energi, dengan difasilitasi IDFoS Indonesia.
Jika sebelumnya tertulis "Kota Bojonegoro, Selamat Datang" berganti dengan "Wong Jonegoro, Sehat, Cerdas, Produktif & Bahagia" sekarang menjadi "Bojonegoro Energik".
Pemerintah terus memutar otak untuk menekan neraca perdagangan yang terus defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan selama Juli 2018 mengalami defisit sebesar USD 2,03 miliar atau sekitar Rp 29,6 triliun (kurs Rp 14.600). Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat mengalami surplus USD 1,74 miliar.
Senyum Sutarman terus mengembang. Usaha telur puyuh yang dirintis pria 57 tahun ini, perlahan-lahan mulai berkembang. Setiap hari dia bisa menjual 30 hingga 40 kilogram telur. Selain burung puyuh, dia juga memelihara ratusan bebek petelur, sapi, dan kambing dalam satu area kandang. Setiap 30 menit sekali, pria yang dibantu istrinya Tampar (56) ini merebus puluhan telur puyuh hingga berkali-kali. Tidak nampak kekhawatiran sepasang suami-istri tersebut kehabisan gas sebagai bahan bakar untuk memasak telur berukuran kecil itu yang nantinya dijual ke kota.
Pemahaman tentang industri hulu minyak dan gas di Kabupaten Bojonegoro harus dimiliki oleh semua kalangan. Termasuk kalangan akademisi kampus, khususnya mahasiswa. Demikian disampaikan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, IKIP PGRI Bojonegoro, Heru Ismail dalam acara Sinergi Energi EMCL di auditorium kampus setempat, Kamis (14/11/2017).
Bekatul biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk memberi makan hewan ternak seperti ayam, kambing atau sapi. Tapi tidak di tangan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro Jurusan Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP). Di tangan mereka, bekatul disulap menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis.
Puluhan warga dari Desa Mojodelik, Gayam, Ringin tunggal dan Sudu Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro mengikuti kampanye energi alternatif pada Selasa (17/1/2017). Bertempat di Dusun Sumurpandan Desa Gayam, warga penerima bantuan biogas dari ExxonMobil Cepu (EMCL) itu, membahas nilai ekonomi dari penggunaan biogas. "Hari ini kita melihat betapa banyak slurry yang dihasilkan dari biogas di Kecamatan Gayam. Dijadikan pupuk kompos nilainya luar biasa," ucap Lukas Kristian Nugraha, pakar marketing dari Salatiga.