1.063 Petugas Pubik Divaskinasi di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro
Vaksinasi di Bojonegoro ditujukan bagi petugas publik dari berbagai instansi di beberapa fasilitas kesehatan Kabupaten Bojonegoro, salah satunya ialah Rumah Sakit Aisyiyah (RSA).
Vaksinasi di Bojonegoro ditujukan bagi petugas publik dari berbagai instansi di beberapa fasilitas kesehatan Kabupaten Bojonegoro, salah satunya ialah Rumah Sakit Aisyiyah (RSA).
Presiden Joko Widodo hari ini meninjau pelaksanaan vaksinasi yang pertama kali dilakukan kepada 650 pendidik dan tenaga kependidikan termasuk di dalamnya asosiasi profesi guru. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mengurangi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau learning lost akibat pandemi Covid-19, terutama bagi yang paling kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh dan untuk mengakselerasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.
Dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melakukan vaksinasi masal agar terbentuk kekebalan komunitas.
Setelah vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan (Nakes) sukses dilaksanakan, giliran ribuan petugas pelayanan publik dari berbagai instansi pemerintah, vertikal dan kepolisian mulai suntik vaksin dosis pertama pada tahap kedua, Kamis (25/02/2021).
Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak perubahan dalam pembelajaran yang harus dilakukan secara daring termasuk pembelajaran pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang seharusnya membutuhkan banyak praktik.
Perkembangan pasien sembuh per 24 Februari 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.112.725 orang dengan persentasenya menjadi 85,2%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 7.735 orang.
Ada sebanyak 9 pasien di Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, Rabu (24/2/2021). Sementara itu, kasus baru bertambah 8 orang.
Pelaksaanaan program vaksinasi tahap 1 dengan sasaran tenaga kesehatan masih menyisakan sekitar 200 ribu orang lagi, dari target sekitar 1,4 juta orang. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengakui ada beberapa hal yang menyebabkan vaksinasi belum mencapai targetnya.
Ujian Nasional yang biasanya menjadi syarat kelulusan siswa, kini telah resmi ditiadakan. Tahun ini ada beberapa syarat kelulusan yang lain melalui beberapa kriteria.
Dalam upaya menekan angka Covid-19 di Indonesia, sekaligus sebagai bentuk kebangkitan ekonomi, pemerintah melakukan berbagai upaya salah satunya melalui vaksinasi.