Sukur: Jangan Salahkan Kalau Para Kontraktor Demo
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, tidak menyalahkan jika para kontraktor yang menjadi korban gagal bayar proyek pembangunan yang sudah selesai pada 2018 melakukan aksi demonstrasi.
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, tidak menyalahkan jika para kontraktor yang menjadi korban gagal bayar proyek pembangunan yang sudah selesai pada 2018 melakukan aksi demonstrasi.
Memperingati HUT Satuan Pengamanan (Satpam) ke-30 tahun 2018, Polres Bojonegoro menggelar upacara, Minggu (30/12/2018) pagi, di halaman Mapolres.
Pendidikan masyarakat di wilayah hutan, perlu mendapatkan perhatian.Karena secara geografis, kondisi wilayah desa di hutan susah diakses, sehingga berdampak pada sumber daya manusia di sana.
Kerusakan pada hutan, paling terlihat saat terjadi penjarahan pada masa reformasi. Wakil Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto, menilai kondisi saat itu Bumi Pertiwi sedang dilanda musibah krisis moneter dan segala permasalahan negara.
Pada penyampaian materi di dalam Seminar Nasional 'Problematika Petani Hutan; Pendidikan dan Agraria' yang digelar oleh Society Education Centre (SEC) Bojonegoro, Wakil Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto, memaparkan tentang peran Perum Perhutani dalam pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (MDH) dan pelestarian hutan.
Dari kacamata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito, antara Perhutani dan masyarakat kawasan hutan tidak begitu harmonis.
Dalam acara Seminar Nasional Problematika Petani Hutan; Pendidikan dan Agraria, Ketua Society Education Centre (SEC) Bojonegoro, Parto Sasmito menjelaskan, luas dataran di Bojonegoro 238.402 Km2. Di dalamnya, ada 93 ribu ha atau 43 % adalah kawasan hutan.
Hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Bojonegoro berada di kawasan hutan. Banyak pula desa-desa yang di dalam hutan dengan akses ke kawasan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra dibanding dengan desa lainnya.
Setiap hujan turun setelah musim kemarau, warga di sekitar hutan Bojonegoro ramai-ramai mencari entung atau ulat jati. Selain untuk dimakan sendiri, ternyata entung tersebut juga ramai diburu oleh warga luar daerah
Setiap hujan turun setelah musim kemarau, maka warga di sekitar hutan di Kabupaten Bojonegoro beramai-ramai mencari entung atau ulat jati. Selain untuk dimakan sendiri, ternyata entung tersebut juga ramai diburu oleh warga luar daerah setempat.