Diserang Tikus, Petani Jagung Pasrah
Saat tanaman jagung mulai muncul buahnya, tentu para petani gembira, lantaran jerih payahnya mengolah lahan jagung sebentar lagi bisa dipanen, baik dipetik saat jagung masih muda maupun menunggu jagung tua.
Saat tanaman jagung mulai muncul buahnya, tentu para petani gembira, lantaran jerih payahnya mengolah lahan jagung sebentar lagi bisa dipanen, baik dipetik saat jagung masih muda maupun menunggu jagung tua.
Menjelang akhir bulan Agustus, 2020. Sejumlah harga komoditi holtikultura sejenis jagung pipilan, kedelai import hingga beras rojolele, terpantau stabil.
Harga komoditi jagung pipilan atau jagung kering mulai turun Rp4.500 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp6.000 per kilogram.
Petani jagung di wilayah Kecamatan Ngambon terus dihadapkan dengan harga jagug yang kian merosot. Padahal musim panen jagung di wilayah tersebut tinggal hitungan minggu.
Petani jagung yang ada di selatan Bojonegoro sudah sebagian besar mulai memanen tanamannya. Saat ini harga jagung kering di tingkat petani Rp4.000/kilogram (kg) dan harga jagung utuh (grontolan) Rp2.000/kilogram (kg).
Istilah 'Mbangkel' atau angkut hasil panen sudah dikenal di Bojonegoro khususnya di desa-desa pinggir hutan, sejak warga mulai banyak menanam tanaman hortikultura jenis jagung ini.
Musim panen jagung di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro membuat pemilik mesin perontok jagung kebanjiran sewa.
Produksi jagung di Kabupaten Bojonegoro, diklaim oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, selama ini selalu mencapai target yang telah ditetapkan. Luas tanam jagung 2019 realisasinya mencapai seluas 59.444 hektar.
Meski di wilayah Jawa Timur diklaim benar-benar menjadi lumbung produksi jagung nasional, bahkan mampu menembus ekspor sampai ke luar negeri, namun komoditi jagung tersebut belum bisa diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro.