Jalan Penghubung Desa Rusak, Warga Tanami Pisang
Jalan rusak penghubung Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, menuju Desa Deling, Kecamatan Sekar. Saat ini ditanami pohon pisang oleh warga.
Jalan rusak penghubung Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, menuju Desa Deling, Kecamatan Sekar. Saat ini ditanami pohon pisang oleh warga.
Tubuh Kang Sabar menggigil kedinginan. Ia seperti masuk angin. Beberapa kali bersin-bersin dan bahkan disertai muntah. Kepalanya berputar tidak karuan. Kang Samin yang tidak jauh dari dirinya tampak menjadi dua bagian. Kadang terang dan cepat sekali berubah menjadi kabur. Begitu seterusnya.
Sepeda motor tahun 1970 terparkir di halaman rumah. Warnanya merah dengan beberapa bagian putih kusam. Spion bulan berdiri tegak seperti orang tengah berdoa masih terlihat mulus. Walaupun sepeda tua, ternyata sang pemiliknya rajin mengurus dan merawat dengan baik. Suaranya pun masih jernih dan hanya sedikit mengeluarkan asap. Artinya mesin juga masih tetap prima.
Berhati -hatilah bagi anda yang melewati jalan raya Bojonegoro-Cepu, turut timur pasar Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Sebab, di ruas jalan tersebut sebagian rusak.
Ia termenung sendiri. Tidak mengetahui harus berbuat apa. Dunia seperti berhenti berputar. Semua serba gelap dan susah. Musibah masih saja mengintainya silih berganti. Berat da bertambah berat. Sesekali menggelengkan kepala untuk membuang pening, namun hal itu tidak membantu.
Akibat hujan deras Rabu (7/6/2017) tadi siang, sejumlah ruas jalan kota tergenang air dengan ketinggian air berbeda-beda. Jalan yang digenangi air diantaranya Jalan Panglima Polim dan Jalan Dr. Setyo Budi.
Kondisi jalan Penghubung Utama Kecamatan (PUK) Sugihwaras-Tenayanf sebagian masih mengalami kerusakan parah. Meski sudah ada beberapa yang dibenahi, namun masih banyak titik kerusakan dan jalan berlubang.
Keringat Kang Samin bercucuran. Tenaganya habis terkuras. Maklum, usianya juga sudah tidak muda lagi dan tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Jam telah menunjukkan pukul 10.00 WIB, namun panas dirasakan sudah seperti pukul 12.00 WIB.
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. Suara tersebut seperti menjadi komando jemaah salat Subuh di masjid bubar. Sebab, setelah itu serentak terdengar ucapan bersama-sama makmum, Allahumma sholli alaih.
Berbeda dengan pagi hari tadi, yang hanya nampak beberapa orang yang berada di Alun-alun Bojonegoro, kini malah sebaliknya, jalan yang terletak di barat Alun-alun malah menjadi pusat keramaian, karena banyak penjual takjil yang menjajakanya di sana, sehingga membuat jalan menjadi macet.