Tiga tahun perjuangan pembentukan dana abadi Bojonegoro kini kandas di tangan Pemprov Jatim. Sudah sejak empat tahun yang lalu Bojonegoro mulai mematangkan gagasan pembentukan dana abadi...apa semangat dan misinya?
Perbuatan laki-laki satu ini perlu diacungi jempol. Meski hanya seorang tukang pijat yang biasa membantu warga yang mengeluh sakit atau pegal-pegal, namun laki-laki 45 tahun ini saat selesai memijat tak mau dibayar dengan uang.
Membaca buku karya Supardi dan Teuku Amiruddin yang berjudul "Konsep Manajemen Masjid: Optimalisasi Peran Masjid" (2001), menarik sekali sisi uraian pendahuluannya setelah penulis baca. Kritik pedas –penulis buku– alamatkan kepada segenap Takmir Masjid yang mengabaikan bagaimana mengelola masjid agar berfungsi secara optimal. Tujuannya tidak lain, ingin menggugah para Takmir Masjid agar keberadaan masjid bisa difungsikan perannya sebagaimana masa Rasulullah Saw. Terlebih, jumlah Masjid di Provinsi Jawa Timur saja sudah ada 50.222 buah, pada Tahun 2013 bila mengutip http://simbi.kemenag.go.id pada laman Bimas Islam dalam Angka (BIDA), Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI.
Jelang akhir jabatan, Bupati Bojonegoro, Suyoto mengundang para pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk berpamitan, sekaligus mengucapkan banyak terima kasih kepada para pegawai yang selama ini turut membantunya dalam melaksanakan roda pemerintahannya, Minggu (11/3/2018).
Di setiap pertemuan pasti akan ada sebuah perpisahan, di dunia ini tidak ada yang abadi. Begitu juga yang terjadi di Kota Bojonegoro saat ini. Bupati Bojonegoro, Suyoto, tidak terasa sudah 10 tahun memimpin Kota Bojonegoro, masa jabatan beliau akan berakhir tanggal pada Senin (12/3/2018) depan.
Meskipun belum bisa maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bojonegoro, tidak membuat Akmal Budianto gigit jari. Pasalnya Kang AB panggilan Akmal Budianto masih bisa maju menjadi bakal calon walikota (Bacawalikota) Mojokerto.
Setelah muncul tiga bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju dalam Pilkada Bojonegoro 2018 mendatang. Sekarang giliran DPC PPP Kabupaten Bojonegoro mengusung pasangan calon, Basuki dan Pudji Dewanto.
Setelah surat tugas yang diberikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada bakal calon Bupati, Pudji Dewanto dipastikan habis per-tanggal 25 November 2017 kemarin. Kang PD panggilan Pudji Dewanto, masih menunggu kepastian dari partai berlambang ka'bah tersebut.