Skip to main content

Category : Tag: Kasus Cerai


Hobi Mabuk dan Main Slot Suami di Bojonegoro Digugat Cerai Istri

NA (36) digugat cerai istrinya DK (33), yang sudah dinikahi sejak tahun 2009. Gara-gara, ketahuan suka minum-minuman keras dan bermain judi online. <p> Mirisnya uang yang seharusnya ia pakai menafkahi anak dan istri, justru dihabiskan untuk ngeslot. Tak hanya itu saja, rupanya NA (36) juga bersifat tempramental dan sering melakukan KDRT terhadap istrinya. 

Kaleidoskop 2022 (3)

Duh, Setahun 3.724 Perkara Ditangani PA Bojonegoro, Gugat Cerai Masih Nomor 1

Data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, pada tahun 2021 perkara yang masuk di PA ada 3.510 perkara, cerai gugat jadi nomor satu perkara terbanyak yaitu 1.909 perkara, disusul cerai talak 781 perkara dan dispensasi kawin ada 608 perkara masuk.

Kaleidoskop 2022 (1)

Setahun, 2.110 Wanita di Bojonegoro Ajukan Gugatan Cerai Kepada Suami

Tahun 2022 akan segera berakhir dengan memasuki babak baru tahun 2023 yang tinggal hitungan jari. Sepanjang tahun 2022, masalah sosial di Kabupaten Bojonegoro cukup mewarnai perjalanan waktu bahkan hingga menjadi santapan publik.

Akhir Tahun, Ada 2.551 Janda Baru di Bojonegoro

Memasuki penghujung tahun 2021, mulai Januari hingga November kemarin, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menerima setidaknya 3.340 perkara yang dialami masyarakat.

7 Bulan, 1.695 Kasus Cerai Masuk Pengadilan Agama

Jumlah pasangan yang mengajukan cerai di Kabupaten Bojonegoro yang terdaftar di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro hingga bulan Juli tahun 2020 ini tergolong cukup tinggi.

Duh...! Ranjang dan Selingkuh, Salah Satu Faktor PNS Cerai

Tingginya angka perceraian di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya dipicu masalah ekonomi. Ternyata, meski ekonomi mapan dan punya pendidikan tinggi, hal itu tidak menutup kemungkinan lepas dari masalah perceraian.

Hingga November, Ada 2.808 Kasus Cerai

Tingginya perkara perceraian di Kabupaten Bojonegoro memang diakui oleh Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro. PA Bojonegoro mencatat hingga akhir November 2019, total ada 2.808 perkara perceraian yang masuk.

Duh...! Selain Faktor Ekonomi, Pemicu Cerai Karena Medsos

Tingginya angka perceraian di Kabupaten Bojonegoro, karena adanya perselisihan dalam rumah tangga selain karena faktor ekonomi, juga dipicu karena adanya orang tiga yang dikenal lewat media sosial (medsos) atau layanan aplikasi lainnya.