Anak Tantrum Bukan Salah Orangtua, Psikolog: Itu Respon Alaminya
Tantrum merupakan bentuk luapan emosi yang sering dilakukan anak balita. Saat tantrum, anak jadi mudah menangis hanya karena hal kecil yang tak jarang membuat orangtuanya bingung.
Tantrum merupakan bentuk luapan emosi yang sering dilakukan anak balita. Saat tantrum, anak jadi mudah menangis hanya karena hal kecil yang tak jarang membuat orangtuanya bingung.
Perundungan atau bullying bisa terjadi di kelompok mana pun baik orangtua dan anak-anak. Tidak hanya menjadi korban, anak juga bisa menjadi pelaku bullying. Bila sudah begitu, orangtua yang mengetahui kalau anaknya menjadi pelaku bullying sebaiknya bersikap sabar.
Seorang psikolog mengungkapkan penyebab anak-anak suka menangis saat perjalanan panjang naik mobil. Hal ini pastinya membuat orangtua panik dan kebingungan. Untungnya, ada cara mencegah anak-anak menangis saat perjalanan panjang naik mobil. Ruth Ogden, seorang pembaca dan profesor psikologi eksperimental, Liverpool John Moores University, memberikan wawasan rinci tentang otak anak selama perjalanan panjang.
Kementerian Kesehatan atau Kemenkes meminta para milenial yang baru menjadi orangtua agar tidak sering memberikan ponsel kepada buah hati, menghindari anak kecanduan gadget.
Pernahkah Anda merasakan kantuk tak tertahankan sesaat setelah makan? Jika ya, Dokter Zaidul Akbar mencoba memberikan solusinya. Dokter pencetus konsep Jurus Sehat Rasulullah atau JSR itu menyebut bahwa rasa kantuk setelah makan terjadi akibat makanan yang tidak diolah tubuh sehingga tubuh merasa tidak bertenaga.
Jika anak memiliki minat menjadi gamer, orang tua tetap bisa memberi dukungan dengan tetap mencegah potensi kecanduan. Menurut psikolog anak, remaja, dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, salah satu caranya yakni membuka akses ke komunitas atau profesional yang memahami bidang tersebut.
Kecanduan gadget (gawai) pada anak bisa memengaruhi bahkan menyebabkan gangguan mental. Gejala tersebut harus segera diatasi. Psikolog Prof. Dr. H. Seto Mulyadi mengatakan, anak yang kecanduan gawai bisa tiba-tiba marah ketika sinyal susah, kuota habis. Sebab, mereka merasa seolah tidak terpenuhi kenikmatan dan kenyamannya.
Direktur Utama atau Dirut RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, Dr. Fidiansjah Sp.KJ mengatakan bahwa efek kecanduan gadget pada anak serupa seperti kecanduan narkoba.
Kecanduan gawai atau gadget bisa mempengaruhi bahkan menyebabkan gangguan mental pada anak, jika tak segera diatasi. Psikolog Seto Mulyadi atau Kak Seto mengatakan, anak yang kecanduan gawai bisa tiba-tiba marah saat sinyal susah, kuota habis, karena merasa seolah tidak terpenuhi kenikmatan dan kenyamannya. Bahkan ada yang sampai dirawat di rumah sakit jiwa.
Sisa makanan termasuk sampah organik yang umumnya bisa terurai lehih cepat dibandingkan bahan anorganik. Tetapi, bila tidak dikelola dengan benar dan jumlahnya menumpuk, sampah makanan itu juga bisa menyebabkan pencemaran air dan udara sehingga menimbulkan efek rumah kaca dan pemanasan global.