Skip to main content

Category : Tag: Kh


Full Day School Akan Bubarkan Madrasah Diniyah

Keputusan yang dilontarkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan baru Prof. Dr. Muhadjir Effendy tentang Full Day School (FDS) menuai kontroversi dan membuat gaduh di masyarakat. Nantinya kalau gagasan ini diterapkan, selama seharian penuh, siswa akan berada di bangku sekolah. Tujuannya menurut menteri Muhajir Effendy adalah untuk membentuk karakter siswa. Alasan lain, karena ketika siswa pulang lebih dini, pergaulan siswa tidak terkontrol kedua orang tua sibuk bekerja dan baru pulang sore hari. Akibatnya, siswa bebas keluyuran di luar rumah dan akan melakukan banyak perbuatan negatif tanpa ada pengawasan dari orang tua.

Air Sumur Kironggolo Dinilai Mempunyai Khasiat

Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ternyata mempunyai banyak sekali kearifan lokal yang belum banyak terekspos. Salah satunya yang ada di Desa Sudah, Kecamatan Malo, yaitu air sumur Kironggolo yang dinilai bisa menyembuhkan penyakit.

50 Anak Ikut Khitanan Massal di Al-Birru

Sebanyak 50 anak mengikuti khitanan massal yang digelar masjid Al Birru Pertiwi Kecamatan Dander. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda di bidang sosial yang diselenggarakan oleh keluarga Almarhum Santoso.

DPRD Minta KPU Optimalkan Pemutakhiran Data Pemilih

Pelaksanaan pemilu serentak di Indonesia termasuk di Kabupaten Bojonegoro perlu dipersiapkan secara matang. Sehingga DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta KPU mengoptimalkan pemutakhiran data pemilih.

Masjid Al Birru Pertiwi Akan Gelar Baksos dan Khitanan Massal

Pada tanggal 20 Mei 2017mendatang, Masjid Al Birru Pertiwi yang berada di Kecamatan Dander akan menggelar bakti sosial (baksos) dan khitanan massal. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Bidang Umum di kepengurusan masjid tersebut, Anwar Syahdat saat ditemui blokBojonegoro.com di kantornya.

Ratusan KPM Ikuti Senam Sehat PKH

Dalam rangka menjalin kebersamaan dan kerukunan antar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping PKH Kecamatan Kanor mengadakan senam sehat di halaman kantor kecamatan setempat, Jum'at (21/4/2017).

Tiga Pilar Penopang Bojonegoro Semakin Matoh

Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:

Refleksi RA. Kartini

Kartini, Kyai Sholeh Darat dan Kitab Tafsir Faidhur-Rohman

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika perempuan harus menanggung “double colonisation” (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.

14 Tahun Mengabdi, TTNT Gelar Baksos di Panti Asuhan

Banyak cara bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, seperti yang dilakukan oleh leting 2002 Polres Bojonegoro atau TTNT ( Two Thousand and Two) Polres Bojonegoro yang telah mengabdi di Kepolisian Negara Republik Indonesia selama 14 tahun.