Skip to main content

Category : Tag: Kus


Disperta Tak Rekomendasi Jebakan Listrik untuk Usir Tikus

Banyaknya petani yang memasang jebakan tikus yang dialiri listrik di lahan pertanian dirasa cukup membahayakan. Oleh karenanya, Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro, menghimbau agar petani tidak lagi memasang jebakan seperti itu lagi, karena masih ada cara lain agar wabah tikus tidak merusak tanaman padinya.

Kebijakan Memanusiakan Manusia dengan SDGs

Diskusi Reboan bertema 'Kebijakan yang Memanusiakan Manusia dengan SDGs' digelar di Lantai II Aula PCNU Bojonegoro, Selasa (8/1/2019). Dalam rangka Hari Ulang Tahun (Haul) KH. Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) ke-9.

Bisa Usir Hama Bawang, Petani Bubulan Pakai Lem Tikus

Berbagai upaya dilakukan sebagian petani bawang merah di Desa/Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro untuk bisa mendapat hasil panen yang maksimal, salah satunya mencegah serangan hama dengan lem tikus.

Persibo Bojonegoro

Ingin Bangun Persibo, Ratusan Suporter Ikuti Diskusi

Diskusi membangun Persibo Bojonegoro menyiapkan kompetisi musim 2019, bertajuk 'AKU KAMU PERSIBO' di warung Patrem Desa Pekuwon Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Minggu (23/12/2018) malam, berlangsung semarak. Pasalnya seratusan suporter Persibo Bojonegoro mengikuti pertemuan tersebut.

Mengendalikan 'Cah Bagus'

Dalam sepuluh tahun terakhir ini petani dipusingkan dengan serangan hama tikus sawah. Serangan banyak terjadi di sawah yang biasanya berpola tanam padi-pari-pantun. Karena siklus kehidupannya terus berjalan, karena cadangan makanan selalu tersedia.

Cegah Hama Tikus, Petani Dukuh Kunci Gelar Pengobatan Serentak

Petani di Dusun Kunci, Desa Pohbogo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro melakukan pengobatan serentak di lubang-lubang yang dirasa menjadi sarang tikus. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama tikus sebelum masa tanam yang belakangan ini dikeluhkankan oleh para petani di berbagai desa.

Warga Temu Meninggal di Sawah

Korban Dikenal Sebagai Pekerja Keras di Dalam Keluarga

Kepergian Muhammad (48) warga Desa Temu, Kecamatan Kanor, meninggalkan duka dalam bagi keluarga. Pasalnya, tidak ada yang mendapat firasat akan kepergian kepala keluarga tersebut.