Ratusan Warga Desa Pacul Ikut Jalan Sehat
Ratusan warga Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro mengikuti Jalan Sehat Minggu (3/9/2017) pagi yang diselenggarakan di jalan Panglima Polim, tepatmya di depan WBS sebelah Utara Lapangan desa setempat.
Ratusan warga Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro mengikuti Jalan Sehat Minggu (3/9/2017) pagi yang diselenggarakan di jalan Panglima Polim, tepatmya di depan WBS sebelah Utara Lapangan desa setempat.
Rabu pahing, (30/08/2017) Pemerintah Desa Buntalan melaksanakan Bersih Desa atau Sedekah Bumi yang bertempat di Sendang Kahuripan Dung Munung, Dusun Buntalan, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.Bersih desa sendiri setiap tahun dilaksanakan karena mensyukuri nikmat Tuhan yang telah di berikan kepada masyarakat setempat.
Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.
Kepala Desa Prambonwetan, Suratni, gugur ketika memimpin penghadangan pasukan Belanda di wilayah utara Rengel pada 17 Juli 1949. Selama Agresi Militer Belanda ke II di Tuban, Prambonwetan merupakan daerah penting yang selalu ramai lalu lintas pasukan gerilya.
Masih pada bulan April 1949, sekitar pukul 07.00 WIB, seksi Dihar, seksi Supandi dan Seksi Noorcahyo dengan total kekuatan 100 orang masing-masing bersenjata, berkumpul di tengah tegalan di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dande, tepatnya di sebelah barat jalan besar.
Di semester kedua ini penjualan mobil bekas melesu. Merosotnya penjualan dipengaruhi karena persaingan banyak yang menjual mobil bekas secara pribadi dan promo dari sejumlah dieler mobil baru serta pemberlakukan uang muka murah.
Dari tujuh korban akibat kecelakaan lalul intas yang diduga akibat truk rem blong, tiga di antaranya mengalami luka serius. Yaitu Adam Malik (sopir), Hari Koswanto dan Handoko.
Kecelakaan lalulintas (Laka lantas) turut jalan Poros Utama Kecamatan (PUK), Dusun Kedungnongko, Desa/Kecamatan Sekar, oleh truk yang menghamtam rumah warga Agus Salim (35) dan akhirnya roboh, saat ini masih dalam penyelidikan pihak polisi.
Akibat hujan yang turun malam hari, bom yang dipasang oleh pasukan gerilya sempat ngowos alias telat meledak. Sehingga, para serdadu belanda yang ada di gardu sempat melarikan diri dan mencari perlindungan sebelum bom itu memporakporandakan gardu.
Pada bulan April 1949, Seksi Supandi melakukan penghadangan di perempatan jalan besar Balen. Sementara di selatan kecamatan tersebut, yakni di Desa Sidobandung, sudah dipisah 4 regu yang mempunyai sasaran masing-masing.