Naik Bus saat Nataru, Ini Syaratnya
Mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat cukup signifikan pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Sehingga Terminal A Rajekwesi Bojonegoro memperketat aturan perjalanan para penumpang.
Mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat cukup signifikan pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Sehingga Terminal A Rajekwesi Bojonegoro memperketat aturan perjalanan para penumpang.
PT Kereta Api Indonesia mengeluarkan peraturan baru bagi masyarakat yang hendak menggunakan angkutan kereta pada periode natal 2021 dan tahun baru 2022.
Selama libur Hari Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), ada syarat yang harus dipatuhi masyarakat bila ingin melakukan perjalanan ke luar daerah. Aturan tersebut tertuang dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Nataru.
Polres Bojonegoro dengan instansi terkait berupaya mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat lanjut usia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi untuk mencegah lonjakan kasus positif pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.
Jelang libur natal dan tahun baru 2022 (Nataru), Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang. Hal tersebut disampaikan Budi Sugiarto selaku Kepala Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro.
Kondisi pandemi di tanah air terus melandai. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di bawah 400 kasus pernah hari.
Hari libur Nasional momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021 digeser Pemerintah menjadi 20 Oktober 2021
Hari libur Nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 10 Agustus 2021, digeser Pemerintah menjadi hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan upaya antisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 pasca libur Idul Fitri 2021.
Sehubungan dengan adanya larangan mudik yang tertera, membuat pemudik membatalkan rencananya untuk pulang ke kampung halaman. Hal tersebut membuat para agen travel sepi pelanggan.