#blokBojonegoroTV
Hujan Lebat, Air Sungai Naik Gerus Tebing Bantaran
Hujan Lebat, Air Sungai Naik Gerus Tebing Bantaran
Hujan Lebat, Air Sungai Naik Gerus Tebing Bantaran
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro bagian Timur, khususnya di wilayah Kecamatan Sumberrejo dan Kanor pada Rabu (28/10/2020) sore hingga kemarin petang, mengakibatkan Sungai Mengkuris yang melintasi dua Kecamatan itu meluap.
Akhir pekan ini tepatnya Kamis tanggal 29 Oktober bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga dalam kalender tanggil ini masuk merah atau libur. Otomatis hari libur akan sampai dengan hari Minggu atau empat hari kedepan.
Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mulai memetakan wilayah rawan bencana. Dari data tersebut, hampir seluruh Kecamatan di Bojonegoro masuk dalam wilayah rawan bencana saat musim penghujan.
Abdul Hafid (20) anggota Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Sampang yang berjalan kaki dari kampung halamannya menuju kediaman Maulana Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya siang tadi sudah sampai Kecamatan Ngasem menuju Kecamatan Ngambon.
Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Tergerus
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0813-16 Kecamatan Ngambon, Serka Nyadrinyanto bersama Bhabinkamtibmas Bripka Saiful, beserta perangkat Desa sekaligus warga masyarakat melaksanakan kerja bakti. Mereka bergotong-royonh memperbaiki tepi jalan yang longsor akibat banjir yang terjadi di Dusun Mundu, Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro.
Intensitas hujan yang tinggi serta kurangnya resapan air membuat sebagian tanah di bantaran sungai bengawan solo yang berada di RT.23 Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro mengalami longsor sedalam 3 hingga 4 meter. Tepatnya di bawah jembatan Kaliketek.
Curah hujan yang tinggi tentu membuat warga yang tinggal di bantaran sungai bengawan solo was-was, karena setiap saat debit air sungai bisa naik, selain itu tebing di bantaran juga rawan longsor.