Skip to main content

Category : Tag: Ma


Tiga Pilar Penopang Bojonegoro Semakin Matoh

Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:

Penanaman 2000 Mangrove di Sekaran

Menanam Mangrove di Tepi Bengawan, ini Dasarnya

Pemilihan jenis bibit pohon mangrove untuk ditanam di bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Rabu (19/4/2017) bukan asal atau tanpa dasar.

Istighotsah dan Do'a Bersama Forkopimda

Warga Bojonegoro Banjiri Masjid Agung

Di saat Kota Jakarta melaksanakan Pilkada putaran ke dua, Rabu (19/4/2017), berbeda di Kabupaten Bojonegoro yang mengadakan istighosah dan do'a bersama di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Tidak hanya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tapi ribuan masyarakat di Kota Ledre membanjiri masjid agung untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Warga Sekaran Tanam 2000 Mangrove

Sebagai upaya antisipasi dampak bencana, warga di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, menanam bibit pohon mangrove, Rabu (19/4/2017).

Blok Buku

Belajar Kepemimpinan dari Bojonegoro

Sebagai salah satu daerah yang dulunya dipandang miskin, kolot dan sangat dekat dengan konflik, Bojonegoro berangsur berubah. Dengan role model yang diterapkan Bupati Bojonegoro, Suyoto (Kang Yoto), gaung dari kota ledre ini perlahan menunjukan tajinya. Akses jalan rusak membaik, pendidikan berangsur meningkat dan pelan tapi pasti masyarakatnya juga kian memahami konteks masalah yang tengah mendera. Lantas apa yang membikin demikian bisa terjadi?

Besok Forkopimda Adakan Istighotsah dan Doa Bersama

Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Bojonegoro. Rencananya Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Bojonegoro berencana mengadakan Istighotsah dan doa bersama di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Rabu (19/4/2017).

DIY Study Benchmarking di Bojonegoro

Setelah beberapa waktu lalu Kejaksaan Agung Republik Indonesia melakukan study benchmarking ke Kabupaten Bojonegoro, kali ini giliran Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengajak sejumlah 40 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan III Tahun 2017, Selasa (18/4/2017).

Refleksi RA. Kartini

Kartini, Kyai Sholeh Darat dan Kitab Tafsir Faidhur-Rohman

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika perempuan harus menanggung “double colonisation” (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.

Target Pajak Daerah Turun, Pembagian Retribusi ke Desa Berkurang

Target penerimaan pajak daerah dan retribusi di tahun 2017 menurun. Hal itu membuat pembagian pajak dan retribusi ke desa dimungkinkan juga akan berkurang. Pendapatan pajak daerah dan retribusi 10 persen dibagikan ke masing-masing desa sesuai dengan realisasi APBD.