Madrasah Harus Punya Keahlian Khusus, Guru akan Dipetakan
Guna meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro bakal melakukan pemetaan guru.
Guna meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro bakal melakukan pemetaan guru.
Kontingen siswa Bojonegoro yang mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kota Malang, Kamis (15/8/2019) kemarin, harus gigit jari, lantaran tidak ada yang memperoleh juara.
Puluhan siswa mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) mewakili Kabupaten Bojonegoro untuk mengikuti Kompetensi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi yang diselenggarakan di Kota Malang, selama dua hari yang dimulai Rabu (14/8/2019) ini dan Kamis (14/8/2019) besok.
Penyelenggaraan Deklarasi Madrasah Ramah Anak dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hal itu merupakann wujud gerakan pendidikan yang memberikan kenyamanan dalam pembelajaran, sehingga anak dalam menuntut pendidikan bisa merasa nyaman.
Perkembangan zaman, metode pendidikan di madrasah dituntut terus berkembang dengan memberikan kenyamanan setiap pembelajaran. Meski dalam menerapkan sistem pembelajaran itu terkadang anak-anak belum optimal dalam penerapannya, walaupun begitu, anak-anak tetaplah manusia yang butuh sentuhan untuk memanusiakannya.
Semangat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro dalam mencerdaskan peserta didik dan mendidik tenaga pengajar begitu tinggi. Termasuk salah satunya rencana akan diloinchingnya Madrasah Ramah Anak (RMA), yang diadakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro, Senin (12/8/2019).
Pendidikan anak sangat perlu diperhatikan karena mereka merupakan penerus bangsa. Selain pendidikan karakter madrasah harus berkomitmen mengedepankan ramah anak, seperti yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bojonegoro, Jumat (29/3/2019).
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diikuti ribuan siswa, Sabtu (26/1/2019) di samping untuk beradu ketangkasan terkait ilmu l sains, juga sebagai uji mental bagi siswa madrasah yang berada di daerah pinggiran Bojonegoro. Pasalnya meski jauh berada jauh dari kota bisa dimanfaatkan siswa untuk menunjukan kemampuannya di bidang akademik.
Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro beramai-ramai membuat kerajinan. Tepatnya mengolah sampah menjadi kerajinan kreatif. Seperti tempat minum, vas, bunga, tempat uang ditabung dan lain-lain. Kegiatan bekerjasama dengan Rumah Kreasi dan Bank Sampah Bojonegoro, Sabtu (19/1/2019) dan bertempat di balai Desa Sarangan. Anak-anak begitu antusias dan sangat menikmati acara tersebut. Hasil yang lucu dan menggemaskan begitu disenangi siswa.
Tunjangan Fungsional (TF) atau insentif guru madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, yang ditunggu-tunggu, dipastikan cair awal Januari 2019.