Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Tembus Rp90 ribu
Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan cukup signifikan pada saat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan cukup signifikan pada saat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Sejak akhir bulan Oktober hingga minggu kedua bulan November tahun 2023, harga cabai di pasar tradisional Kedungadem mengalami kenaikan signifikan. Nuriati (50), seorang pedagang sayur-mayur di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa harga cabai, baik rawit merah maupun hijau, terus melonjak naik.
Petani di Dusun Dogoh, Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, bisa tersenyum lebar. Pasalnya, hasil rajangan atau tembakau olah yang kering laku mahal.
Foto Dijual ke Majalah Dewasa, Korban dari Berbagai Daerah
Harga cabai memang tidak bisa diprediksi, terkadang harganya naik bahkan bisa juga turun. Meski harganya fluktuatif, tetap saja sebagian petani memilih menanam cabai.
Wajah salah seorang petani di Kecamatan Dander ini terlihat sumringah. Sebab, cabai yang ia tanam beberapa hari lagi siap dipanen.
Petani cabai di Kabupaten Bojonegoro benar-benar merugi. Di panen pada musim kemarau ini harga terus merosot turun. Penyakit kering yang menyerang hasil panen cabai mempengaruhi turunnya harga.
Hektaran sawah petani di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem yang ditanami cabai jenis cengeh memasuki masa panen. Tanaman cabai hasil panen pun terbilang cukup bagus dan berisi. Namun, meskipun begitu para petani mengeluh harga jual cabai yang perlahan mengalami penurunan.
Musim kemarau saat ini menjadi berkah bagi sebagian petani jagung. Sebab, harga jagung saat ini tergolong mahal mencapai Rp4.000 per kilogram.
Selain harga cabai yang mulai berangsur turun, sejumlah kebutuhan pokok lain juga ikut turun. Seperti bawang merah, sejak sepekan ini harga bawang merah juga turun. Dari yang sebelumnya dijual Rp35.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram.