Skip to main content

Category : Tag: Mpu


Raperda Dana Abadi Pendidikan Berkelanjutan Rampung

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Dana Abadi Pendidikan Berkelanjutan akhirnya rampung. DPRD Bojonegoro bersama Pemkab Bojonegoro menggelar rapat pembahasan terkait Raperda ini di Kabupaten Badung, Bali. Pembahasan Raperda ini sempat diwarnai aksi menyelamatkan diri akibat gempa yang membuat seluruh masyarakat panik.

Pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan di Bojonegoro Resmi Dilantik

Pemkab Bojonegoro melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat melantik pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan Kabupaten Bojonegoro. Pelantikan tersebut sekaligus rapat kerja 2022 yang digelar Rabu (10/8/2022) di Pendopo Malowopati. Perkumpulan ini diharapkan sebagai wadah komunikasi dan mengantisipasi paham radikalisme agar tidak berkembang di Bojonegoro.

Mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia Kunjungi Kampung Samin Margomulyo

Adat Budaya mayarakat Samin memang sudah terkenal luas di kalangan masyarakat, baik civitas akademika dosen dan mahasiswa bahkan para petinggi negara. Oleh karena itu tak perlu heran jika datang ke kampung Samin yang berada di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Mengenal Sejarah Kampung Thengul di Wilayah Margomulyo

Wayang Thengul merupakan jenis kesenian wayang yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Wayang Thengul hampir mirip dengan wayang golek, namun perbedaan yang jelas terlihat berasal dari cerita yang diangkat dan juga karakter tokoh yang ditampilkan.

16.541 Titik Lampu PJU Terpasang di Sudut Bojonegoro

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro terus mengebut pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum). Data terbaru yang diperoleh, hingga tahun 2022 kini telah terpasang 16.541 titik lampu PJU. Bahkan, para warga juga diminta berpartisipasi dalam pemeliharaan.

Terinspirasi dari Kereta Api, Pria Ini Ciptakan Kumpulan Puisi

Dalam sehari, akan ada beberapa kereta api yang melintasi rel jalur Bojonegoro - Surabaya maupun sebaliknya. Dari peristiwa itulah yang kemudian mengilhami seorang penulis asal Desa Kedaton, Kecamatan Kapas yang akrab disapa Impong Nasir itu mencurahkan bait kata dalam sebuah buku.