Kalau saja tidak terus jalan, bagaiamana mungkin bisa bertahan ditengah himpitan tuntutan jaman yang ugal-ugalan. Begitu kiranya selaksa kata yang dapat ditangkap dari seorang kakek tua berkendara sepeda di area Taman Veteran Bojonegoro, Kamis (2/2/2022).
Desa Mulyorejo merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah utara Kecamatan Balen dan bertepatan pada bantaran Bengawan Solo. Desa tersebut memiliki luas wilayah sekitar 265 hektare serta memiliki 2 dusun yakni, Dusun Pelem dan Dusun Taraban. jumlah penduduk Desa Mulyorejo, kurang lebih 1.782 jiwa, yang mayoritas pekerjaannya menjadi petani.
Secara historis pendidikan Islam di negeri Belanda mulai terlihat sejak 1980-an. Bentuk dari pendidikan Islam itu sendiri ada tiga jenis: pendidikan masjid, pendidikan agama Islam di sekolah umum, dan sekolah dasar Islam.
Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Berdasarkan data yang bersumber dari Dinkes, per Januari 2022, tercatat 112 kasus DBD.
Harga minyak goreng di pasaran mulai merangkak naik sejak bulan November 2021. Adanya lonjakan harga minyak goreng hingga mencapai harga Rp 19.000 pada awal tahun 2022 sempat membuat masyarakat resah.
Pamit Kenal Camat Padangan Lelang Tanda Tangan Rp10 Juta
Reporter: M. Yazid
blokBojonegoro.com - Usai dimutasi, Camat Padangan menggelar acara pamit kenal di pendopo kecamatan setempat, Minggu (23/1/2022). Uniknya pada pelaksanaan kali ini ada kegiatan lelang tanda tangan yang dihargai penawaran tertinggi Rp10 juta.
Jabatan Camat Padangan sebelumnya, Heru Sugiharto yang diamanahi Kepala Dinas DP3AKB, digantikan Heru Wicaksi yang yang sebelumnya menjabat Camat Kecamatan Sekar. Dalam kegiatan tersebut Camat Padangan lama, Heru Sugiharto melelang tanda tangan bertajuk 'Saksi Cinta Kita'.
Heru Sugiharto sengaja melelang tandatangan seluruh undangan yang terdiri dari Forkopimca Padangan, Kepala Desa, Perangkat Desa, Kepala UPT, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pengusaha dan yang lainnya. "Pigora berukuran 80 centimeter persegi berisi tanda tangan dibeli Kepala Desa Sonorejo, dengan penawaran tertinggi Rp10 juta," kata Heru Sugiharto.
Menurutnya, lelang tanda tangan 'Saksi Cinta Kita' ini sebagai saksi perjalanan bersama seluruh stakeholder
Kecamatan Padangan, dalam bahu membahu melakukan segala terobosan guna percepatan pembangunan di semua bidang.
"Uang hasil lelang itu sepenuhnya kita salurkan kepada Pondok Pesantren Miftahul Huda di Desa Purworejo Kecamatan Padangan," jelas Heru yang sekarang menjabat Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Bojonegoro itu.
Pembeli pigura berisi tanda tangan seharga Rp10 juta, Kades Sonorejo, Sundoko mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan tandatangan orang-orang penting di Kecamatan Padangan. "Pigora ini akan saya pasang di kafe saya, sebagai hiasan property berharga berisikan tanda tangan orang-orang pilihan dan terpilih di Kecamatan Padangan," ungkap kades muda ini penuh semangat.
Sementara itu, Heru Wicaksi mengenalkan diri kepada para tamu undangan, sekaligus memohon doa, dukungan dan kerjasamanya untuk pembangunan Kecamatan Padangan. "Mari bersama-sama bersinergi bekerja untuk Kabupaten Bojonegoro," ujarnya.
Ditambahkan, pihaknya akan mendukung terobosan kerja-kerja percepatan pembangunan di Kecamatan Padangan sesuai program program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Dalam acara pamit kenal Camat Padangan yang berlangsung semarak dan unik, ditutup doa oleh Ustad Wahid pengelola Ponpes Miftahul Huda sekaligus Ketua MWC NU Kecamatan Padangan yang hadir di lokasi. [zid/lis]
Sebagaian besar wilayah di Indonesia sudah memasuki musim hujan. Bukan hanya penyakit seperti pancaroba seperti demam, flu dan batuk, Indonesia juga diancam oleh penyakit Demam berdarah dengue atau DBD.
Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) sering dianggap sama, kedua penyakit tersebut masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Lantas apa perbedaannya?
Demam Berdarah Dengue atau yang lebih dikenal masyarakat dengan DBD, merupakan penyakit yang dibawa oleh nyamuk dan hal tersebut, terjadi di daerah tropis dan subtropis, apalagi di musim penghujan, yang terjadi di bulan Oktober hingga bulan April.